YOUR EYES
31 Jan 2011 32 Komentar
in catatan harian, ποιέω/ποιῶ, tentang cinta, tentang dia, tentang hati
Ambigu…
Mungkin itulah yang ku rasakan
saat melihat sinar itu
Ada kolam kedamaian
yang kutemukan di tengah rancah
dunia yang makin membuncah
Ada hangat matahari yang terasa mendekapku
Ditengah dingin hati yang membeku
Ada keindahan nirwana
Yang membuatku terpukau tanpa kedip
Tapi..
Sinar itu juga bagai hutan
belantara tanpa ujung…
Bagai laut tanpa tepi…
Mengurung dan menenggelamkanku di dalamnya
Kini…
Sinar itu menjadi rumahku
Tujuan akhir dalam perjalanan hidupku
~ Diana Yanti ~
***
Kehadiran setelah lama vakum langsung berpuisi yang ditampilin hmm… *Plaaakk.. minta maaf kek.. hehehe, vakum kemaren bener2 membekap waktuku hingga gak sempet buat posting
semoga setelah ini bisa terus posting..
puisi diatas dibuat oleh seseorang kini bener – bener berarti buat hidup…
salam
Kamay
Sesal..
07 Jan 2011 21 Komentar
Bergetarku dalam diam
Dalam sesal yang kian mencekam
Dalam kecewanya yang kian menghujam
Dalam rasa tak percaya yang kian menghantam
Nyata menyungkurkanku pada lembah tak bertuan
Semua karena kesalahan
Yang tak seharusnya kulakukan
Tersarukku kini dalam luka
Terperih akan tiap tetes matanya
Membenci diri tiada terkata
Semua menyisakan tanya
Mengapa??
Tanpa ada jawab walau sepatah
Semua menyisakan tanda
Inikah saya??
Seonggok sukma kecil hina
Hanya seuntai harapan yang kini ada
Bergelanyut pada wajah berparas duka
Berharap semua kan segera sirna
Kembali hanya pada satu kata
“Bersama”
Menggapai cinta-Nya tanpa ada lagi kesalahan…
*****
Permohonan maafq pada seseorang yang kini berarti dalam hidup..
IBU
01 Jan 2011 41 Komentar
Pundak itu…
Tunduk merunduk kian bungkuk
Menanggung beban seakan tertekuk
Bongkah semangat pun terbentuk
Tuk terus hadapi hidup
Demi putra putribyang slalu ia dekap peluk
Kaki itu..
Tatih tertatih kian letih
Melangkah perlahan dengan pasti
Tiada lelah tiada letih
Tanpa alas pelaspis kaki
Semua demi putra putri terkasih
Wajah itu…
Tertatap layu kian sayu
Renta wajah kian menyapu
Tiada ragu
bergelut dunia yang tiada lagi lugu
Semua..
kembali tuk putra putri yang ia inginkan maju
Pundak itu
Kaki itu
Wajah itu
Engkaulah ibu..
Dipelataran dunia rapuh
Tak ragu segala doaku terhatur untukmu
Sujudku ditelapakmu
Akan kasih yang curahnya tak terbendung untukku
Ibu..
*****
tulisan diatas teruntuk semua ibu… akan semua kasih yang tiada terukur
*****
hmm… apa kabar sobat, lama blogku ini terlantar… waktuku bener2 gak dapat berkompromi membelenggu tanpa menyisakan celah *walah bahasamu…
maaf karena baru muncul kembali
salam ku
Kamay













Yang perhatian..