Disela Waktu
21 Apr 2011 12 Komentar
in catatan harian, dariku untuknya, ποιέω/ποιῶ, tentang cinta, tentang hati
Di sela waktu
Tatap wajahmu sendu
Ada apa kala itu
Dapatkah hatiku merengkuhmu
Di sela waktu
Kau masih terbisu
Seakan larut tak tersentuh
Terhirau kata ” ada apa cinta ku? “
Harap ku semakin jauh
Di sela waktu
Kini diri termangu menunggu
Dalam selimut detik tak tentu
Di sini…
Ku menantimu di ujung rindu
sudut redup ~ 8.30













Apr 21, 2011 @ 13:47:40
puisi rindu
Apr 23, 2011 @ 00:56:10
yupi..
Apr 21, 2011 @ 13:54:09
wah, bagus bener puisinya. ngena banget! hehehe
sekedar info:
Ikuti Lomba Review Novel Curhat Sang Presiden.
Hadiahnya
Pemenang review terbaik Facebook dan Blog akan dirinci sebagai berikut:
1. Juara I : Rp. 1.000.000,-
2. Juara II : Rp. 500.000,-
3. Juara III : Rp. 300.000,-
4. 3 foto terunik bersama buku Curhat Sang Presiden yang di-review akan mendapat masing-masing 1 buah flashdisc 2 gigabyte.
5. Lima review yang masih dianggap bagus (di luar pemenang juara) akan mendapatkan masing-masing satu buah buku “Sorry jek, aku ‘gak bakal ketipu (lagi)!!!” terbitan Leutika Prio.
Selengkapnya lihat di http://elloaristhosiyoga.blogspot.com
Apr 23, 2011 @ 00:54:43
makasih
Apr 21, 2011 @ 14:03:13
Ooooh, jadi yang benar “di sela waktu”, ya?
Bukan “disela waktu”…
Apr 23, 2011 @ 00:54:26
hohoho iya mas asop salh tulis judulnya hehe
Apr 21, 2011 @ 15:06:08
puisi orang merindu…
Apr 23, 2011 @ 00:53:52
hohohoho yup yup kurang lebih begitu
Apr 21, 2011 @ 15:10:07
Menunggunya jangan kelamaan nanti jamuran
oke puisinya dari dulu gak pernah saya bisa bikin kata-kata indah kaya gitu.
Last post : awal aku ngeblog
Apr 23, 2011 @ 00:53:19
hahahaha ja muraran?? diobatin aja hehehe
walah merendah..
Apr 22, 2011 @ 16:17:50
Menuggu dan rindu dengan siapa, Mas?
Apr 22, 2011 @ 22:55:05
ahai… ama yang diseblahku atuh maz.. hehe