Kembali Dalam Tanya
09 Des 2011 5 Komentar
in catatan harian, dariku untuknya, ποιέω/ποιῶ, perenungan, tentang cinta, tentang dia, tentang hati
Memejam..
Setiap kali raga menyapa
Setiap kali itu raga bertanya akan keikhlasan
Kini..
Disudut ruang itu
Dia berbaring lemah bersembab mata
Menahan..
Bergelut dengan kerontakan yang mengguncang
Dan Raga tak tahan menatap
Ingin raga meminta lemahnya
Namum tak kunjung terasa
Apa ini konsekwensi..
dari sebuah tanya akan keihklasan
atau…
Sebuah jawaban dari setiap sapa ?
“ Sejauh mana kau akan ikhlas “
Seketika membuat raga tertunduk
Kini apa yang kan dilakukan raga tuk dia..
Haruskah raga menyerah..
Tak lagi bertanya akan keikhlasan
Mengharap dia kembali bugar
Tak lagi sembab membingkai mata
Kembali senyum membingkai wajah
Kembali kuat mengemban sisa bulan dari cinta
Raga..
Kembali Dalam Tanya..













Des 14, 2011 @ 18:26:01
Lama ga mampir sini..
Pa kabarnya..
Masih Teuteup ..
Puitis banget..
Des 23, 2011 @ 13:20:49
puisi yang indah untuk dibaca dan dihayati . . .
salam kenal . . .
Des 23, 2011 @ 16:56:50
wahhh,,,,,, agan cocok jadi pujangga…
di tunggu kunjungannya:-)
Jan 02, 2012 @ 18:13:53
hidup penuh dengan tanda tanya….
puisinya baguss
Jan 16, 2012 @ 15:29:35
**mampirr…
…dan menyerah bukan untuk berpisah