Kembali Dalam Tanya

Memejam..

Setiap kali raga menyapa
Setiap kali itu raga bertanya akan keikhlasan

Kini..
Disudut ruang itu
Dia berbaring lemah bersembab mata
Menahan..
Bergelut dengan kerontakan yang mengguncang
Dan Raga tak tahan menatap
Ingin raga meminta lemahnya
Namum tak kunjung terasa

Apa ini konsekwensi..
dari sebuah tanya akan keihklasan
atau…
Sebuah jawaban dari setiap sapa ?
“ Sejauh mana kau akan ikhlas “
Seketika membuat raga tertunduk

Kini apa yang kan dilakukan raga tuk dia..

Haruskah raga menyerah..
Tak lagi bertanya akan keikhlasan

Mengharap dia kembali bugar
Tak lagi sembab membingkai mata
Kembali senyum membingkai wajah
Kembali kuat mengemban sisa bulan dari cinta

Raga..
Kembali Dalam Tanya..

5 Komentar (+add yours?)

  1. Nchie
    Des 14, 2011 @ 18:26:01

    Lama ga mampir sini..
    Pa kabarnya..

    Masih Teuteup ..
    Puitis banget..

    Balas

  2. onesetia82
    Des 23, 2011 @ 13:20:49

    puisi yang indah untuk dibaca dan dihayati . . .
    salam kenal . . . :)

    Balas

  3. DeRie
    Des 23, 2011 @ 16:56:50

    wahhh,,,,,, agan cocok jadi pujangga… :-)
    di tunggu kunjungannya:-)

    Balas

  4. nophakartika
    Jan 02, 2012 @ 18:13:53

    hidup penuh dengan tanda tanya….
    puisinya baguss :)

    Balas

  5. citalentera
    Jan 16, 2012 @ 15:29:35

    **mampirr…

    …dan menyerah bukan untuk berpisah :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Banner

smadav antivirus indonesia
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.