Kata Jemari


Beranda ini begitu kering
Belum lagi stabil
Semua ruang sepi belum terisiHanya baris jadwal menanti

Jemari..
Tak lagi mudah menari
Tak lagi mudah berlari
Karena kata perlahan beranjak pergi

Detik ini..Meniti penuh harap kembali
Baris baris kata mungil penuh arti
Tergores…
Terpatri…

230114 1134

Tuk Santi


Semua datang dan pergi

Mungkin sudah hukum dunia ini

Sudah jalan yang IA Kehendaki

Beberapa tangis pecah dalam sunyi

Setelah kini jauh tertinggal pergi

Hanya tertampak paras pasi

Terbungkus rapi kain putih

Bermandikan bunga bunga wangi

Kini

Setelah ini

Tak kan ada lagi janji janji

Yang terukir indah dalam sisa nafas ini

Tak kan ada lagi kenangan terpatri

Dalam lembar lembar hidup yang kan terjalani

Hanya kata RINDU yang kan hadir

Serta beribu doa yang kan sertai

Selamat Jalan..

Santi..

1382184_533033970116018_813002663_n

” sebuah tulisan kecil terangkai untukmu, setelah baru ku tau kau tlah dalam pelukan ilahi robbi. maafku terhatur akan keterlambatan kabar tentangmu. semoga engkau slalu terjaga disana dibarisan orang – orang terkasihNya. “

Hatur Rinduku tuk Engkau disana

” KAMAY “

Kembali Dalam Tanya


Memejam..

Setiap kali raga menyapa
Setiap kali itu raga bertanya akan keikhlasan

Kini..
Disudut ruang itu
Dia berbaring lemah bersembab mata
Menahan..
Bergelut dengan kerontakan yang mengguncang
Dan Raga tak tahan menatap
Ingin raga meminta lemahnya
Namum tak kunjung terasa

Apa ini konsekwensi..
dari sebuah tanya akan keihklasan
atau…
Sebuah jawaban dari setiap sapa ?
“ Sejauh mana kau akan ikhlas “
Seketika membuat raga tertunduk

Kini apa yang kan dilakukan raga tuk dia..

Haruskah raga menyerah..
Tak lagi bertanya akan keikhlasan

Mengharap dia kembali bugar
Tak lagi sembab membingkai mata
Kembali senyum membingkai wajah
Kembali kuat mengemban sisa bulan dari cinta

Raga..
Kembali Dalam Tanya..

Canda Pantai Sepi


Deru ombak menyapa makin sering
Menggulung ramai membelai angin
Terik tak lagi seteduh pagi
Benderang membuka tabir – tabir hati

Disini..
Dibibir pasir berair
Senyum terkembang dalam hari
Merobek raut – raut pasi
Melihat tingkah dalam jaring – jaring murni
Berjingkak kesana kemari
Berlari saat bayu lumuri kaki
Pecah dalam percik beribu buih

Si kecil dalam canda pantai sepi..

~ Sudut Pantai ~

Selamat Pagi Cinta (#2)


Bulan ke lima penuh do’a…

Selamat pagi cinta
Salam rasa
lama..
tlah tak kusampaikan dalam sapa
Dalam dekap fajar
yang masih membuta
Dalam rimbun embun
yang belum kehilangan basah
Dalam naung lafal
yang belum hilang terdengar
Kini membuncah dalam kata
Tersampai Cinta
dalam rasa yang masih sama
” Cinta tuk Cinta “
Rebah tanganku membuka
menyambutmu bersama memeluk dunia
mau kah???

Dariku..
Cinta yang tak sepenuhnya sempurna

KaMay, 9/8/2011

S.A.N.T.A.I


Merebah sejenak dalam lusuh

Rasakan nikmat peluh

Tampak keruh

Menderas dimuka tubuh

Huuuh…

Nafas itu menderu

Bukan keluh yang yang memburu

Namun nyaman dalam degup tak tentu

Dan detik pun berlalu tanpa ragu

Lantas terdiam

Sekejap pun memejam

Semakin dalam

Larut dalam lelah kelam

Perlahan…

Dan nyata buatku hilang

sudut tenang ~ 14.35

Selamat Datang Cinta


” SELAMAT DATANG CINTA “

Selamat datang cinta

Dimemori pertama saat jumpa

Tak lama bukan tak bermakna

Semua membangun kisah

Mengikat erat beratas nama cinta

 

Selamat datang cinta

Dibiduk kecil pertama bertabur rasa

Peneduh kita

Dalam suka duka yang tak bermuara

 

Selamat datang cinta

Dibahtera hidup pertama

Terangkai indah nan sederhana

Penuntun dan pengarung kita

Dalam nyata dunia yang tak terbaca

 

Selamat datang cinta

Dipelataran hari pertama

Penuh berkah

Hari kita berucap janji setia

Beralas sepatah kata

Selamanya…

 

” KM & Die “