Email Tentang Cinta…

Beberapa waktu lalu aq dapat kiriman dari seorang temen…   yah sebuah email lagi – lagi about love… dari judul, awalnya kupikir ttg cinta klasik yang biasa- biasa ja rupanya aq ” salah ” karena cerita cintanya bisa dibilang luar biasa, ntah dengan penilaian sahabat2 semua gmana.. 🙂 dan kebetulan yah bisa dibilang cukup suka lah dengan kisah2 seperti ni.. tak dipungkiri hidup qt juga untuk cinta toh… hmmm LOVE..

Setelah baca, baca dan baca, teringat  sebenernya c udah pernah tau dibeberapa blog.. dan mungkin para sahabat juga udah banyak mengetahuinya..

Tp tak apa y aku angkat lagi, ya itung2 juga biar tambah banyak yang sowan ke blogQ ini hehehe ^ ^v ( lagi2 Promosi.com)

Mgkn bisa juga buat perenungan ..  utk para cowok2, para  cewek pun boleh.. untuk para suami, untuk istri dan calon istri pun juga juga boleh hehehe..

Email ini bercerita tentang kesabaran, tentang ketulusan, tentang keikhlasan..

tentang Seorang bapak yang kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari sang bapak memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, beruntunglah tempat usaha bapak tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa – apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,sang Bapak sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap hendak tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anaknya berkumpul dirumah sambil menjenguk Ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Bapak memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu … semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati – hati anak seorang anaknya berkata “Pak kami ingin sekali merawat Ibu, semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. … bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga Ibu”. dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata – katanya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian …”

sang bapak menjawab dengan arif hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka…

Anak2ku … Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah … tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian …sejenak kerongkongannya tersekat … kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit.

Sejenak meledaklah tangis sang anak, merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu… dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sungguh Mulia Jawaban sang Bapak

Bahkan, dalam sebuah dialog yang disiarkan di televisi, sang bapak mengemukakan alasan kenapa beliau tetap bertahan dg prinsipnya saat ini

Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tanpa ikhlas karena-Nya, tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya yang ikhlas bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak amat saya damba dan banggakan… Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama, untuk cintanya pada Pemberi HidupNya… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat tetap tulus mencintainya dengan apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,

Sahabat…
Seandainya setiap orang memiliki pikiran semulia sang bapak tadi…
Alangkah indahnya hidup ini…
Tidak ada lagi perselingkuhan…
Tidak ada lagi anak” korban egoisme org tua…
Yg ada hanyalah kedamaian & keikhlasan untuk memberi…

“ KEIKHLASAN CINTA TANPA ADA SYARAT “

10 thoughts on “Email Tentang Cinta…

    • insyaallah ukhti, akan ada yang seperti itu untuk ukhti.. semua untuk ukhti dan hanya ukhti… buat yang lain biarkan ngontrak aja wkwkwkwkwkwk😀

      hehehe (dibalik komen) bwt yang lain,, hanya becanda🙂

    • Selama tangan ini masih bisa menengadah memohon, selama mulut ini masih berbicara memohon, selama hati ini masih dapat bersuara memohon, insyaallah ukhti…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s