Aku Ingin Kau Menjemputku Ya Rasulullah… (berlebihankah…??)

Assalamualaikum semua… sehari libur gak postingan rasanya gatel hahay.. betul2 keranjingan ngeblog nie sekarang… padahal dulu saat masih diblog lama gak sampai seperti ini nih… hehehe

Postingan kali ini tentang kisah aja ya.. Insyaallah dan semoga suka…

Kisah ini datang dari disebuah kota kecil di Madura, tentang seorang nenek tua penjual bunga cempaka untuk nafkah sekedar penyambung hidupnya. Ia biasa menjual bunganya dipasar, berjalan kaki langkah demi langkah dengan harapan ia dapat menjual habis seluruh bunganya dan dapat melakukan kegiatan rutinnya dan ini tujuan utamanya. Setelah berjalan kaki cukup jauh, ia sampai juga pada tujuan dan alhamdulillah bunganya pun habis terjual, segala syukur ia panjatkan. Seusai jualan ia pergi ke Masjid Agung dikota itu. Ia berwudhu, masuk Masjid dan melakukan Sholat Dhuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, Ia keluar masjid dan membungkuk – bungkuk di halaman masjid. Yah Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran dihalaman masjid selembar demi selembar dikaisnya, dengan seluruh rasa ikhlas yang ada, tidak satu lembarpun terlewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara seperti itu. Padahal matahari di Madura disiang hari sungguh sangat menyengat, keringatnya pun membasahi seluruh tubuhnya. Tak sedikit pengunjung yang jadi iba padanya.

Pada suatu hari Takmir Masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan yang berceceran dihalaman Masjid itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, seperti biasa Ia datang dengan ekspresi harapan yang sama dan seusai sholat ketika hendak melakukan kegiatan rutinnya, Ia sangat terkejut karena tidak ada daun satu pun yang terserak disitu. Ia kembali lagi ke masjid dan mempertanyakan pada semua, kenapa daun – daun dihalaman itu sudah disapukan sebelum kedatangannya? orang – orang itu menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. dan sang nenek menjawab dengan nada memohon “Jika kalian kasihan kepadaku, tolong dengan sangat berikanlah padaku untuk dapat membersihkannya..”

Singkat cerita, Sang Nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan seperti biasa hingga bersih. Suatu ketika Seorang Kiai yang terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan tua itu, “Mengapa ia begitu bersemangat sekali membersihkan dedaunan yang terserak dihalaman itu?”

“Saya ini perempuan bodoh Pak Kiai” tuturnya..

“Saya tau amal2 saya yang kecil itu mungkin juga tidak dengan benar saya jalankan. Saya tidak akan selamat pada akhirat nanti tanpa syafaat kanjeng Nabi Muhammag SAW. Jadi, setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya udah sampai pada saat menghadapnya, saya ingin kanjeng Nabi Muhammad menjemput saya. Dan biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya..”

Subhanallah.. Adakah qt berpikir seperti nenek itu?? Adakah qt betul2 rindu akan rasul?? Biarlah hati qt yang menjawab…

Kami sayang padamu ya rasulullah

Kami rindu padamu ya rasulullah

36 thoughts on “Aku Ingin Kau Menjemputku Ya Rasulullah… (berlebihankah…??)

  1. semoga kita dapat mengambil hikmahnya…🙂

    ralat……. ada yang kurang nggak dalam tulisan ini??? coba teliti lagi…:mrgreen:
    ::::Subhanallah.. Adakah qt berpikir seperti nenek itu?? Adakah qt betul2 akan rasul?? Biarlah hati qt yang menjawab…:::

    • hahaha… bener2 rancu ya??
      adakah qt berpikir seperti itu.. mgkn gak harus seperti nenek itu membungkuk bungkuk untuk bersholawat..
      adakah qt betul2 akan rasul.. hahaha.. disini tambah gaswat.. aku keliru tulis hahahaha ada kata rindu yang hilang hehe
      biarlah hati qt yang menjawab..
      mungkin gak semua orang.. tp gak sedikit juga yang aq temui.. seakan2 mereka melupakan..

      ralat diterima. segera diperbaiki.. hehehe
      trima kasih…

      salam
      kanvasmaya

    • Assalamualaikum..

      sama.. berkali kali aq baca.. masih juga dapati rasa merinding yang sama.. gak ada yang berkurang..
      smoga qt semua rindu rosul.. amin

      salam
      kanvasmaya

  2. inspiratif mas…. saya pernah membaca sebuah buku, disana ada sebuah pertanyaan yang saya bingung untuk menjawabnya. ‘Apakah yag akan kamu lakukan jika Rasulullah SAW berkunjung kerumahmu?’…
    (kami rindu padamu ya Rasul…. )

    • makasih..

      wah gak tau tuh juga bingung… mungkin udah nangis karena rindu… hahaha
      sumpah petanyaan ini buat saya merinding.. makasih pertanyaannya..

      salam
      kanvasmaya

  3. “Saya tau amal2 saya yang kecil itu mungkin juga tidak dengan benar saya jalankan. Saya tidak akan selamat pada akhirat nanti tanpa syafaat kanjeng Nabi Muhammag SAW

    amalan yang mudah, namun tak seorangpun tertarik melakukan
    makasih nitenya bagus sekali

    • hmm.. bener pakde.. mudah namun tak ada yang mau menjangkau..
      smoga qt semua slalu dilimpahi berkah.. hingga satu saatnya nanti qt bisa salah satu hamba yang mau mencoba tuk menjangkaunya..
      amiin..

      makasih..

      salam
      kanvasmaya

  4. Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad….

    nice note dek, mengingatkan saya akan kisah rasulullah yg lain…betapa cintanya beliau kepada kita bahkan ketika menjelang malaikat menjemput nyawanya yg dibisikkannya :ummatii (umatku)

    • makasih..

      bener2 begitu syangnya beliau pada qt ummatnya.. lalu apa yang membuat qt tidak untuk dapat memberikan yang sama, syang qt.. rindu qt..

      salam🙂
      kanvasmaya

  5. kisah yg sarat dgn perenungan , jadi malu dgn diri sendiri melihat sedemikian usaha si nenek.
    semoga kita semua mendapatkan kemudahan utk di beri safa’at oleh Junjungan kita Rasulullah saw,amin
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s