Apa Kau Dapat Artikannya ??


Sejenak kupandang hamparan langit siang tadi
Digubuk tempatmu berteduh dan beristirah diri
Dari terik sang surya yang kian meninggi
Perlahan namun pasti
Kudapati sosokmu menghiasi
Disetiap sisi yang sedari tadi terkunci
Begitu indah
Menguntai mesra di angkasa rasa
Buatku terpana
Seketika gundah menjelma tawa
Bagai telaga nirwana sejukkan pelupuk mata
Kutatap kau dalam seribu bahasa
Dari setiap pandangan yang tercipta
Apa kau dapat artikannya??
Ku coba tulis untai kata dalam tatapan penuh asa
Berharap kataku terdasar niat tulus pada Sang Pemilik Cinta
Apa kini telah kau genggam satu makna perkata??
Indah hadirmu memudarkan beribu Tanya
Terukir dalam hijab lentera
Mengalir dalam pelita
Kasih melambai dilubuk jiwa
Terhaturkan pujian sayang penuh syukur serta do’a
” dari Kamay teruntuk D.I.A, digubuk pelindung terik surya dengan semilir angin yang menerpa “

Keterbatasan Pastilah Ada..


Ikan takkan dapat bergerak dalam sungai yang membeku
dan berenang dalam pekatnya kabut pagi..
Akar takkan dapat menembus batu yang padat
atau bertahan dipasir yang tertiup angin

Kudapati katanya..
Dari perjalanan baru diberanda
Lembar baru sebuah catatan dan kisah
Sesosok Arundati yang bersahaja
Banyak tanya terselip rasa
Perkata terselip makna yang merahasia
Tersimpan rapi nan indah dibaliknya
Bukan tuk memberi rasa gundah
Bukan pula tuk menebar kebingungan
dalam benak hingga berkuasa
meraja di cakrawala jiwa
Semua tuk berbagi adanya
Atas nama ketulusan dan keikhlasan anugrah Nya
Bersama menelaah..
dari setiap hidup yang kita punya
” Sepenggal cerita yang seutuhnya miliknya “
Nafas kita..
disetiap hembusannya
Langkah kita
disetiap derapnya
Tangis kita
disetiap tetesnya
Sujud kita
disetiap merendah dihadapan Nya
Kemampuan.. Keterbatasan.. semua atas ijin Nya semata
Dan itu adalah nyata
Kemampuan pastilah ada
Keterbatasan pun dalam kadar yang tiada beda
Tak menuntut untuk memaksa
Karena kita makhluknya yang jauh dari kata sempurna
Semua berlaku kehendak Nya
Semua meniti indah digaris Nya
Kita hanya hamba yang menjalani Titah Nya
Berikhtiar dan berdo’a
Mengharap ridho Nya di setiap butir asa
Cukupkan seperti air yang mengalir ke muara
Begitu apa adanya..
saat diri terlahir tanpa dosa
Begitu apa adanya..
saat perdana mengenal alif Nya
Begitu apa adanya..
saat awal berpikir hidup ini cobaan dari Nya
kesabaran, Doa dan terus ikhtiar yang jadi andalannya
Begitu apa adanya..
Hanya DIA yang tau apa yang terbaik tuk Makhluk Nya

” setiap detik hidup kita adalah miliknya, jadi semua apa yang kita lakukan atas ijinnya.. dan pastinya sebagai makluknya kita punya batasan2 kemampuan melakukan sesuatu.. jangan terlalu memaksakan sesuatu jika kita tak bisa melakukannya.. namun juga bukan lantas itu semua membuat kita berputus asa.. pasti ada jalan lain yang dapat kita lakukan terus bersabar, ikhtiar dan berdoa.. insyaallah Sang pemilik hidup kan berikan yang jalan terbaik tuk kita.. hanya dia yang tau apa yang baik untuk setiap makhluknya.. , jalanilah hidup seperti air yang mengalir hingga sampai kemuara, apa adanya”

Penampakan Si Coklat..


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Hahay horreey horreey horreey..  *jingkrak jingkrak kegirangan*  aaah lebay deh loe..

Alhamdulillah masih bisa bersua hari ni, hari yang cukup melelahkan tapi juga menyenangkan, tau kah kenapa?? Hehe..  selain hari di kantor yang terlalui dengan lancar bablas kayak bus patas *hehehe*, pagi tadi juga dapet sesuatu yang udah dinanti – nanti.. Pak Hari (teman kantor)  datang sambil megang bungkusan berwarna coklat.. dan bertanya “Hendro Dwi Sulistyo, dek..ini hendro kamu ya?” kujawab “Ya”, “ini ada kiriman dari Surabaya” timpal beliau kembali …  deekkk.. langsung nih otak melayang tertuju ma satu nama “Pak Dhe Cholik”, setelah dilihat pengirimnya bener 100% *gak pake kurang* dari Pak De Cholik….

Saat nerima.. Jadi  ke inget kata mbak din di koment salah satu postinganku “coba Kamay rasain sendiri gimana ketika buntelan itu sampai di tangan, mak cesss… rasanya.. ” hahahaha bener bener.. Ceess pleeng tenan rasanya.. mungkin karena tu tali asih dibungkusnya ma kasih sayang N tulus ikhlas buat semua sahabat kali ya..

Aahhhh gak berlama – lama, ini lah penampakannya dari tali asih tu.. jreeeng jreeeng…


“sekali lagi matur nuwun nggih Pak dhe, semoga bisa jadi pemicu semangat buat terus ngeblog”.. setelah dicoba bajunya.. pas banget apalagi dengan tulisan “Aku Cinta Indonesia”.. hahaha emang top deh buat Pak Dhe…

Di warna merah itu kutitipkan salam ku

Terhatur doa  slalu untukmu

Dengan rasa bangga tlah kuterima semua pemberianmu

Juga beserta rasa syukurku atas semua itu

Wassalamu’alaiku Warahmatullahi Wabarakatuh..

Munajat Cinta Orang Tua


Seorang siswi kelas 1 sebuah SMA, Dia berminat mengikuti sebuah ekskul disekolahnya. Kelompok ekskul ini belajar menata beragam acara pagelaran dan pementasan, ya.. event organizer (EO) gt lah. Dan sebagai anak baik yang taat pada orang tuanya dia meminta izin terlebih dahulu pada abah dan umi nya untuk dapat mengikuti ekskul tersebut.

Mendengar ajuan putrinya, kedua orang tuanya mengernyitkan dahi. Mereka khawatir, ekskul ini piker mereka, tidak baik bagi putrinya. Pasti akan menyita waktu putrinya, tak mustahil hingga larut malam. Belum lagi risiko pergaulan yang cenderung bebas.

Minat putrinya ini benar – benar diluar kerangka pikir orang tua. Mereka menduga putrinya akan memilih aktif dikegiatan remaja masjid, seperti orang tuanya dulu. Tentu saja orang tuanya tidak setuju akan pilihan putrinya.

Meskipun tahu kalau orang tuanya menolak, siputri tetap mendesak. Dia berusaha meyakinkan orang tuanya. Sebagai orang tua yang bijak, yang menghargai aspirasi anaknya, sekaligus berupaya memahami perubahan zaman, kedua orang tuanyakemudian mempercayai putrinya untuk mengambil keputusan sendiri. Sejalan dorongan hatinya, siputri pun memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti ekskul yang ia minati itu.

Kegiatan ekskul sendiri dilaksanakan malam minggu berikutnya. Semua siswa anggota ekskul harus bermalam disuatu tempat dia memohon izin kepada orang tuanya. Keduanya keberatan dan sulit memberikan ijin, terbayang berbagi risiko membahayakan. Namun putrinya terus bersikukuh mendesak, sekali lagi kedua orang tuanya menyerah dan kembali memberikan keputusan kepada putrinya.

Secara kontras, orang tuanya tetap memendam kekhawatiran. Tanggung jawab sebagai orang tua sedang dipertaruhkan. Rasa bijaknya memang memberikan kebebasan, tapi rasa khawatir dan tanggung jawab moralnya sulit ditenangkan. Mereka tak henti bermunajat kepada ALLAH, beristighfar karena telah “mengijinkan” putrinya, memohon perlindungan khusus untuk putrinya.

Seirang berjalan waktu, tibalah hari “H” kegiatan ekskul malam itu, putrinya tidak berkemas,orang tuany mulai bertanya, menjelang magrib putrinya masih tetap dirumah, tidak kunjung berangkat. Ortunya semakin heran campur senang tentunya.

“kenapa tidak berangkat?jadi ekskulnya?” kedua ortunya penasaran.

“tidak jadi” jawab nya.

Ploooooog ces pleeng.. sebuah jawaban yang melapangkan dada orang tua.

“semua siswa tidak mendapat izin dari orang tuanya, Mi”jelas dia pada Uminya. Ternyata, semua orang tua siswa ini sama – sama tidak mengijinkan dan bermunajat kepada-Nya

Itulah salah satu contoh rasa cinta orang tua kepada anaknya. Semuanya akan dilakukan orang tua untuk anak – anak tercinta.

Rasa bersalah pasti terjadi ketika mereka, orang tua, tidak berhasil mengarahkan anaknya untuk bersikap dan memiliki akhlak mulia. Namun , setelah berusaha sekuat tenaga tinggal memasrahkannya ke Ilahi Robbi, dan terus berintrospeksi seperti yang dilakukan Sayyidina Umar r.a.

Sayyidina Umar r.a., setiap hendak pergi tidur bertafakur, mengingat ingat aktivitas yang dilakukan beliau hari tadi. Kala beliau ingat satu kesalahan telah beliau lakukan, beliau pukul – pukul dirinya sebagai penebuas dosa atas perbuatannya. Beliau amat takut  jika mendapat azab ALLAH kelak di akhirat yang lebih pedih dan menyakitkan. Terlebih, kelak tidak akan ada orang yang dapat menolong.

————-

Sudahkah hari ini kita lakukan?? Berat, memang. Hanya orang – orang dalam tingkat keimanan yang paripurna seperti sayyidina Umar r.a. ini yang mampu berlaku demikian. ALLAH akan bukakan pintu hidayah bagi umat-Nya yang senantiasa berusaha untuk mendekat dan merapat kepada-Nya. Tak apa – apa jika langkah kita beringsut, toh kita sebagai manusia yang tak pernah lepas dari khilaf dan dosa, kita bisa tetap berbesar hati.

Ingatkan selalu diri kita dan anak – anak kita agar senantiasa mengurangi dosa dan khilaf. Amat menakjubkan jika kita mampu berlomba – lomba dengan anak  – anak kita dalam melakukan kebaikan. Atau, jangan cemburu bila ternyata anak – anak kita berakhlak lebih baik daripada kita. Justru kita patut bersyukur, anak kita berada dijalur yang seharusnya, dan tentu akan sangat diperhatikan ALLAH.

Istigfar. Kata ini taka sing ditelinga kita. Namun, apakah kita sering mengucapkannya? Sehabis sholat wajib, minimal lima kali dalam sehari kita ucapkan kata ini, dan kita praktikkan dalam tindakan nyata. Yaitu, dalam kehidupan dan keseharian kita.

Kalau istighfar yang kita ucapkan ini tidak kita praktikkan dalam tindakan nyata. Maka, bertobatlah. Tobat itulah yang dimaksudkan dengan istighfar lebih jauh. Bertekad untuk tidak kembali kepada perbuatan dosa, adalah tujuan tobat setelah selesai istighfar kita ucapkan.

Bersama anggota keluarga yang kita sayangi, kita senantiasa beristighfar dari berjuta dosa yang terperi kita lakukan, baik yang tidak disengaja apalagi yang disengaja. Dengan diimami ayah, diikuti oleh ibu, dan anak – anak, bacaan kalimat tayibah ini secara dawam kita lakukan. Bila sudah tertanam dalam hati dan terbiasakan dalam tindakan nyata, tak akan sulit melemahkan hati kita senantiasa agar ingat akan dosa – dosa. Dan yang terpenting, tidak kembali pada dosa itu lagi.

Cermatilah tubuh kita yang sempurna ini! Jari – jari kita dengan bebasnya melakukan gerakan sekehendak hati. Kaki kita kuat untuk berjalan kemanapun yang kita inginkan. Mata yang tajam ini, tak pernah lepas menatap keindahan dunia fana ini. Hidung kita tak terkekang untuk mencium aroma yang mengundang selera. Perut kita, tetap mampu menampung makanan yang enak dan lezat. Namun, tetap sehat dan tak menggunung karena saluran pembuangan tersedia dengan rapi. Dan bayangkanlah, jika salah anggota badab kita, tak berfungsi sebagaimana mestinya, atau tak pernah tersedia sebagai mana mestinya, apa yang akan kita rasakan? Sungguh patut bila kita memuji ALLAH karena kuasaNya yang telah member sejumlah kenikmatan kepada kita.

Kemudian lafalkanlah asma al-husna secara berulang – ulang. Heningkanlah maknanya. Renungkanlah pesan muatannya. Resapkanlah dalam diri kita hingga terdenyut hendak menyandang sifat – sifat istimewanya. Orang tua akan sangat gagah berwibawa lagi bijak bila muatan asma al-husna telah menjadi perhiasan dirinya. Tak mengherankan bila ALLAH menyarankan agar asma al-husna digunakan sebagai panggilan untukNya saat bermunajat dan berdoa

Last but not least, bacaan Al-Quran menjadi kekuatan tersendiri bagi para orang tua dalam mengemban perannya. Dengan bacaan Al-Quran sebagai media munajat, keluarga akan tersa indah dan sejuk seperti halnya Al-Quran yang menyejukkan dan menyenangkan.

” LTFP “

Tali Asih Dinanti..


Kemalasan hari ini benar2 mengusai raga, hari libur benar2 tak aku suka.. karena yang namanya malas akan dengan senatiasa senang membawa tubuh ini bercengkrama dengannya.. lantas tak ada semangat tuk berbuat apa2.. hhmmmm malas malas malas kenapa kau harus ada? hingga pada 1 titik jenuh.. kemalasan menghantarkanku pada keputusan “.. enaknya ngecek dasbor aja..” tepat pukul 13.53 N mulai ngecek kolom komentar baris 7 dari atas kudapati kiriman komentar dari blog dan seseorang yang dinanti hehehe.. yup yup yup dari BlogCamp yang dikomandoi ma Pak Dhe Cholik yang ramah.. sebuah komentar kabar gembira.. dan ini isinya..

Pakde Cholik
abdulcholik.com

2010/08/20 at 8:53 pm

Selamat pagi sahabat tercinta
Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih dari manajamen BlogCamp Group atas partisipasi anda pada acara unggulan Gelar Puisi dan Gelar Foto. Silahkan cek di
http://abdulcholik.com/2010/08/21/pengumuman-pemenang-gelar-puisi-dan-foto/

Terima kasih

Salam hangat dari pakde Cholik Surabaya

Hahahaha langsung jreeeenggg… yang namanya malas suntuk ato apalah namanya hilang dalam sekejap klo bahasa madura mengatakan “cengngar ey” hahaha *bye bye malas*… surprise surprise si KaMay ini masuk dalam daftar yang mendapatkan tali asih atas partisipasi pada acara unggulan Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia di BlogCamp.. gak nyangka banget ey, tak penting harapan ato juara, karena udah ketutup ma rasa ngarep banget hahaha *lebay deh lo*.

Terhatur ucap tulus dari hati.

Terima Kasih yang tiada terukur terpatri

Atas segala kasih dari BlogCamp dan Pak Dhe yang baik hati

Semoga kan kian erat tali silaturahmi ini..

Tali asihnya dengan bangga KaMay nanti… hahahahay..

Sekali lagi terima kasih buat BlogCamp, Pak Dhe dan juga keluarga besar diSurabaya.. terhatur doa selalu dari Kamay..

Semoga ini juga kan membawa semangat ngeblog baru dihati KaMay ya Pak Dhe.. amiin..

Dan buat sahabat2 lainnya.. selamat selamat.. dan tetap SEMANGAT

Tanya Kuasai Benak Rasa..


Perlahan terasa beda
Pasti dan kian nyata
Ataukah hanya kata “salah” menduga..??
Ataukah hanya kata “takut” meraja..??
Ataukah hanya kata “peka” yang melemah..??
Semua membangun pilar – pilar bertatal tanya
Tanpa ada satu kata indah dalam tiap goresnya
Membawa hati dikegersangan fana
Terbungkam disudut ruang – ruang basah
Pikirpun membuncah entah kemana
Dan rasa tersibukkan dengan menelaah
Akannya yang mulai terharapkan ada..

Ada apa..??
Kenapa..??
Mengapa..??
Tanya sama mengusai benak rasa
Tercipta dari kekhawatiran yang membabi buta
Haaaaaaaaaaaaahh……
Akankah..??
Semua kembali sedia kala
Dimana DIA menjadi hal terindah
Bagai kata dengan awal yang sempurna
Mengisi tempat kosong dibilik jiwa
Merangkai cerita
Dengan akhir yang sakinah..

Ataukah hati ini terlalu berharap banyak padanya..?? dapatkah ia baca apa apa dari setiap pesan yang kirimkan..?? atau hanya sekedar pesan tanpa arti apa apa..?? Ya Tuhan.. maafkan atas segala “Atau” yang banyak aku ucapkan..

Sebagian Hati yang Berharap..


* postingan ini sekedar penggalan ingatan akan do’a dari acara ceramah agama.. udah lama banget c  cuma masih tersimpan dimemori ingatan.. sebagian kata2nya juga udah banyak tambahan.. semoga berkenan dan bermanfaat amiin.. 🙂

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini berharap
Dengan berjuta tanda yang Engkau tebarkan dipelataran bumi ini
Semoga suatu saat ada orang yang menjadi rendah hati
Setelah ia merasa bahwa dialah orang yang paling tinggi

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini kembali berharap
Semoga suatu saat kan banyak fakir miskin yang tersantuni
Setelah para pemilik pundi2 harta tergugah hatinya
Sehingga berubah menjadi dermawan dengan segala ikhlas yang tercipta

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini lagi2 berharap
Semoga suatu saat kan banyak anak2 yatim
terlantar yang akan kembali mendapatkan belai kasih sayang
Setelah lama mereka tersisihkan oleh kekejaman zaman yang menghadang

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini kembali berharap
Semoga suatu saat kan banyak hati yang kian jadi sejuk dan tawadhu’
Setelah ia merasakan betapa nikmatnya sujud dan ruku’

Ya Lathif, Ya Kabir, Ya Samii, Ya Bashir
Semoga banyak diantara hamba2 Mu kini menjadi semakin sadar bahwa dunia ini hanya sementara, sekedar perjalanan hidup, tipu daya dan ujian dari Nya..

Karena Ya Hayyu..
Berilah hamba kemampuan untuk dapat melewati dunia ini dengan selamat dibawah payung ridho Mu

“…………………………..”

D.I.A


S’buah cerita untuk dunia

Dari balik rangkai kata

Dari sebongkah hati berbalut  suka

Dari segurat wajah berbalut ceria

Dari seulas bibir berbalut senyum canda

Akan dia diujung waktu sana

Membawa warna dalam kisah

Penggalan detik yang terlewatkan indah


Dia..

Yang terhadirkan masa

Dari berputih merah hingga berbalut kata dewasa

Bahkan mungkin juga kata menua 🙂

Hiasi jejak2 yang tlah tercipta



Dia..

Bunga yang merasuk sukma

Menjaga hati dipelataran nirwana


Dia..

Bulir hujan yang menetes selayak mutiara

Terbungkus rapi dalam kado asa



Dia..

Hamparan pantai berpasir

Kanvas rasa yang tiada akhir


Dia..

Setangkai purnama yang bercahaya

dihari yang berpagi buta

dihati orang2 terkasihnya


Untuk dia.. yang sedari tadi bertanya.. apa darinya yang sekarang beda.. yang banyak terlupakan olehnya..

dia..???

S’buah cerita untuk dunia

Dari balik rangkai kata

Dari sebongkah hati berbalut  suka

Dari segurat wajah berbalut ceria

Dari seulas bibir berbalut senyum canda

Akan dia diujung waktu sana

Membawa warna dalam kisah

Penggalan detik yang terlewatkan indah

Dia..

Yang terhadirkan masa

Dari berputih merah hingga berbalut kata dewasa

Bahkan mungkin juga kata menua J

Hiasi jejak2 yang tlah tercipta

Dia..

Bunga yang merasuk sukma

Menjaga hati dipelataran nirwana

Dia..

Bulir hujan yang menetes selayak mutiara

Terbungkus rapi dalam kado asa

Dia..

Hamparan pantai berpasir

Kanvas rasa yang tiada akhir

Dia..

Setangkai purnama yang bercahaya

Dihari yang berpagi buta

Dihati orang2 terkasihnya

Maaf dan Ampunan Nya yang Kuharap


Dipenghujung hari..
dimalam pemilik sunyi..
Dari balik hati berharap
dengan sesungguhnya berharap
Tuhan kan turunkan hujan
digersang taman jiwa letih
Begitu deras hingga hanyutkan
semua perih…

Inilah aku..
insan kecil yang kerap lakukan salah
insan kecil yang kerap tak mau mengalah
dan mungkin tubuh ini pun penuh dosa

Hanya Maaf dan Ampunan Nya yang kudamba dengan penuh harap..

Indah Namamu..


Indah Namamu..
Buat ku berlabuh dibulan baru
didetak degup hati tak menentu
Membaur dalam jiwa bertabur rindu
Setelah sebelas bulan berlalu
Akan dosa dan salah yang terus berlaku
Membalut dekap erat tubuh
Tenggelam dalam nikmatnya waktu
Cerminku insan berhati batu kala itu

Indah Namamu..
dalam sandaran jiwa teguh

Indah Namamu..
dalam lambaian hati para perindu

Indah Namamu..
dikesejukan cinta yang menyatu

…RAMADHAN…

Tlah ku nanti hadirmu
Buatlah aku jadi insan pemilik hati yang kian sejuk dan tawadhu
setelah merasakan nikmatnya ruku’ dan sujud di bulanmu..

Selamat berpuasa buat sahabat – sahabat.. mohon maaf jika KaMay penuh salah dalam kata.. maupun lainnya..