Sosok Tua


Disudut itu..
Pagi tadi pandanganku tersuguh
Sesosok tua terduduk lemah ditepi pintu
Setelah tertatih meniti lantai tanpa alas pembantu
Bukan hal baru
Bukan pula hal masa lalu
Hanya terasa beda kala itu
Tampak begitu rapuh
Tatapannya pun terpancar sayu
Ataukah sekedar perasaan raguku yang membelenggu
Ataukah sekedar mata yang perlahan rabun di usiaku
akhh.. bukan itu,
Seketika ku membisu
Terdiam kembali pada waktu
Berbekal tanya yang sedari tadi menyentuh
Siangpun berlalu
Berjalanku perlahan dilengang pilu
“Sepi” kata dalam batinku
Terhenyak…
Terperangah tak percaya ku seketika
Terpampang bendera pertanda dipelataran rumah
Sosok Tua..
Beliau telah berpulang pada-Nya

*foto : YusiePhotoArt… potonya aq pinjem dulu ya mas…

(tidak pada cerita)

Kaulah..


Terasa indahnya..
Untai senyummu yang rekah
Menyusup dalam sukma
Menerang gulita raga
Penebar segala warna akan rasa
Pengobat dari setiap getirnya gulana
Terasa hangatnya..
Bila hati terbuai rasa bernada asmara
Keagungan azimat cinta
Menyentuh relung – relung  jiwa
Terasa sejuknya..
Ketika kata “Aku kan selalu ada”
Menyapa
dengan segala ketulusanmu yang tercipta
dengan segala lembutmu yang kian terasa
Kaulah..
Pembawa bahagia dalam dunia
Melengkap dariku yang tak sempurna
Penghilang segala celah
Antara suka dan duka
Seakan tiada beda..

KAU lah…

*foto : bagi yang punya senyum ini, aq pinjem dulu ya… hehehe

Andai Rinduku Bersambut


Harapku kan setia mengiringi harimu

Menguntai rindu di per detik waktu

Seperti hatiku yang slalu ingin berada dalam payung mata beningmu

Merebah sudah kangenku berlabuh

Dalam dekap lembut sang bayu

Diam tak bergerak dan tersentuh

Seakan terbaring manja dipermadani hatimu

Andai rinduku bersambut

Ku kan tersenyum dan menangis

disudut penuh sujud..

* malam nie bener2 lagi Kaac_caaU ni kepala.. Ya Allah kenapa gak refresh refresh..

Rasa Anak SMP Lugu..


Aku mengenalnya di bangku itu
Bangku pertama pojok pintu
Dengan tatapan malu – malu
Pandanganku tertuju..
Tersungging senyum tanda sapaku
Ia pun tersenyum tersipu
Indah menghias kalbu
Sejuk bagai embun di pagi waktu
Aaaahh lucu…
Rasa bocah yang baru tumbuh
Dari hati seorang Anak SMP lugu
Tiada rekayasa atau hal palsu
Semua dengan tulus tersuguh
Tapi apa rasa itu…??
Pikirku ragu tak menentu
Ini ataukah itu…
.
.
.
*xixixixi Anak SMP perdana mengenal cinta.. Gitchu..

09-02-2008


Semalam tadi…
Malam yang membuat orang
penuh gundah, gelisah bahkan mungkin takut serta trauma
Malam dimana menyingkap kenangan
hari itu datang lagi
Malam dimana datangnya
sang air tak bermata serta merta
menghancurkan segala yang ada
Membuat hati teringat bertanya..
Apa ini cobaan..??
Ataukah mungkin juga hukuman..??
Semoga kita kan sadar setelah ini
Karnya hanya Dia-lah yang menentukan..

*sebuah cacatan lama.. saat banjir bandang melada kota situbondo 2008 lalu..

Minal Aidzin Wal Faidzin


Alhamdulillah.. sehari lagi kita semua kan menatap hari penuh kemenangan.. yup yup.. lebaran tlah tiba *kata lagu*.. semoga di ramadhan ini menjadi titik balik kita semua menjadi hamba Nya yang lebih baik lagi.. Amiinn..

Buat sahabat2 kamay ucapin met hari raya idul fitri.. mohon maaf jika slama ini kamay ada salah2 kata.. kamay ucapin lebih dulu.. takut pas gak bisa post pada tanggal 10 ntar hehe..

salam slalu dari KaMay.. 🙂

AKU DENGAN MIMPI..


Hmmm… pagi menyingsing, menyapu guguran – guguran malam, memudar gelap menjelas terang, selimut kabut pun perlahan pergi beringsut ke kedalaman hutan kembali bersembunyi disemak – semak belukar, meninggalkan embun dalam kesendirian yang tertahan pada lembaran – lembaran daun semalam, siap terbinasakan mentari yang sebentar lagi kan mengembang di angkasa terbentang. Bukan hal duka dengan terbinasakannya, karena semua banyak perihal indah dibaliknya.. embun.. kan kembali terhadirkan membasahi membasahi mayapada dipucuk – pucuk ilalang bersama datangnya dingin malam serta kabut dalam kelam. Dan mentari kembali berikan warna.. kembali berikan ceria.. kembali berikan sejuk surya.. kembali berikan lembar baru pada dunia.

Disudut desa balik bukit yang masih ramah dengan sekeliling alam yang belum banyak terjamah, indah dan terkagum mata, disebuah gubuk kecil seorang bocah..

Terbuka jendela dengan suara khasnya.. seketika tampak seorang bocah dengan raut wajah lugunya sehabis meraup mimpi semalam, senyum terkembang menawan nilai polos ikhlasnya terpancarkan. “selamat datang dunia.. selamat pagi dunia.. apa kabar dunia.. maaf, kuterlambat menyapa.. mimpi semalam sungguh buatku terlena.. kini kembali ku pada nyata.. Alhamdulillah..” bocah berkata dikedalam suara seraknya.

Inilah aku, insan kecil desa ini, desa balik bukit yang masih asri. Namaku.. orang sekampung biasa memanggilku Atang, yah Atang Budiman.. diharap kelak kan jadi seorang yang berbudi, luhur dan pekerti, itu kata emak dan abah.. standar harapan orang tua pada putra dan putrinya, dengan bangga kumenyandang nama pemberian merekadan juga penuh harap dengan doa mereka dinamaku, kelak ku kan berhasil dan menggapai cita jadi kebanggaan putra desa dan memajukannya.

Pagi masih terasa dingin dengan anginnya yang semilir merinding. Namun riuh suara desa makin bergemuruh, ayam berkokok, burung bersiul, dan ibu – ibu yang lagi bertegur sapa dengan obrolan – obrolan ringan seperti biasa, pertanda hari baru aktivitas baru.. saatnya bekerja, bekerja dan bekerja.. bagiku, saatnya sekolah, sekolah, dan sekolah. Segera kuberlari menuju sumber curah balik gubuk tempat biasaku membasuh diri merasakan dinginnya air khas desaku ini.. aaahhh apakah beda??. Bersiap dan beranjak kesekolah, dengan pakaian seragam seadanya.. merah putih lusuh tersayang.. dan sepasang sandal jepit butut pelapis kaki yang senantiasa setia mengiringi tiap derap langkah kaki kacil ini menuju sekolah dicinta. Bersama kawan berjalan bersama, meniti pematang, meniti jalan setapak bebatuan.. karena memang tempatku menuntut ilmu jauh diujung selatan. Berjalan ku berlari ku, bernyanyi ku tertawa ku, sekedar tuk hilangkan bosan.. jelas tersungging ketika mulutku lebar tebahak.. dengan ringan tanpa beban, tiada lelah terasakan. Karena disana sekolah manantiku dengan segala senyuman.

Tak sedikit yang melirik, menatap dan memandang jelas diperjalanan dengan keadaan ku sekarang.. merah putih lusuh dan sandal  jepit butut, sungguh jauh identitas bahwaku seorang pelajar. Eeeiiitttt… tapi jangan pandang rendah dan miris insan kecil ini, mungkin ku memang jauh dari kata berada yang kumiliki pun mungkin hanya setengah – setengah. Tapi aku miliki satu yang berarti dalam hidup ini, cita – cita dan semangat yang tiada henti terpahat di dinding hati. Tak kan terkalahkan dengan mereka yang dikota dan serba mewah.. semangat ku meyakinkan jiwa ini jika satu saat nanti aku kan dapat raih semua mimpi..

Tak tearsakan dengan keceriaan dengan semangat yang dilalui diperjalanan sekian menit tadi.. tibaku pada sosok bangunan penuh senyum yang sedari tadi menunggu dan berkibar gagah merah putih dipelatarannya.. yah sekolah aku tlah tiba. Terdiam sejenak digerbang.. lantas berbisik “masa depan indah.. tunggulah aku.. aku kan datang menjemputmu dengan pasti”

Prosa aplikasi dari puisi ku Kami Dengan Mimpi permintaan seseorang Mochammad Asyhar beberapa waktu lalu, mencoba menggubah  perkata dalam bentuk prosa, tapi entah bisa dibilang prosa ato tidak.. karna sejujurnya si KaMay ini amat dangkal pengetahuaanya akan hal ini..

foto – foto dari AHAO’s Blog dan KaMay editing… terima kasih om, pakde, mbah.. hehe

Post ini Diikut sertakan dalam acara tuk memeriahkan Agustus di Ceritaeka