” sepenggal untuknya “


 

Terbungkam hati dalam baris kata

Kala..

Kutatap jingga diufuk barat dunia

Senja..

Kini telah tutupi cakrawala

Kelabu hati kian hadirkan bulir air mata

Karena rasa makin terasa

Mengiris relung hati kian nyata

Bayangpun seakan hantui dalam gelapnya indra

Iklan

Wujudkan Bersatu Menuju Kukuh, INDONESIAKU..


” …Ada satu yang hilang dari negeriku, tak seperti dahulu saling bersatu… “

~ Indonesia Unite – Rindu Bersatu ~

 

Melihat miris nya berita tentang bangsa dilayar televisi sekarang, mungkin penggalan liric diatas benar adanya.. bangsa kita tak seperti dahulu, tak saling bersatu yang kini terdengar hanya bentrok dimana – dimana dan yang paling membuat tersayat pertentangan itu antar sesama kita.. kurasa negeri ini menangis dengan keadaan sekarang.. bukan semata hanya karena koruptor yang kian meraja dan menggerogoti sendi – sendi rakyat kita, namun karena kita krisis akan kata BERSATU…

DAMAI, kapan kah kau kembali??

Negeri ini tlah rindu dengan segala perbedaan yang membuat kita kaya dan satu, bukan tuk membuat kita rapuh.. karena semua hanya kita yang mampu tuk kembali wujudkan itu..

mari kita Wujudkan Bersatu Menuju Kukuh, INDONESIA KU….

 

 

~ kita itu satu ~

indonesia bersatu

*foto : kamay editing

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Iklan Indonesia Bersatu di BlogCamp


 

 

Kau Yang Tak Tersentuh


Kau yang tak tersentuh

Hanya bayangku dalam semu

Hanya diamku dalam ragu

Menggumam mengingat indahmu terpaku

 

Kau yang tak tersentuh

Rasaku membisu kelabu

Seketika pun membiru terjernih sang bayu

Penuh harap akanmu

Yang tersemat dicakrawala waktu

 

Kau yang tak tersentuh

Diladang kata tentangmu

Tertiba lidahku keluh

Ketika sebut namamu terburu

Seketika beda tanpa rapuh

Tanpa keluh yang terlalu

Saat tersebut dengan segala indahmu

Buatku rindu dengan segalanya waktu itu

 

Kau Yang Tak Tersentuh…

 

~ Teruntuk DIA yang kurasakan kian jauh ~

 

Maaf..


Telah lama kularung kata dalam diri

Namun tak jua kutemukan arti

Tentang..

“ Mengapa cinta tak harus memiliki “

Maaf..

Maafkan diri ini

yang terlalu memakai hati

Maafkan karena diri ini

terlambat tuk menyedari

Sungguh kau begitu berarti

Dalam nyata juga mimpi

Ku kan terus berharap akan ada kesempatan lagi

Walau harus memohon dengan pasti

Walau sampai sendi terkikis oleh hari

 

” sebuah cacatan lama “

WASIOR PAPUA


 

~ wasior papua luluh lantah ~

~ wasior papua luluh lantah ~

 

Wasior Papua kini dirundung duka

Wasior Papua kini penuh tangis meraja

Wasior Papua kini teteskan air mata

Wasior Papua kini meratap merana

Wasior Papua kini bau menyengat mayat merata

Wasior Papua kini luluh lantah

Banyak nyawa hilang seketika

Keluarga terpisah entah dimana

Tangis bayi membahana menyayat rasa

Karena air tak bermata

Karena gelondong kayu terserak terbawa

Telah binasakan apa yang ada

Lantas siapa yang kan disalah…???

Dia Kah?

Alam Kah?

Atau Kita Kah?

Yah…

Kita yang salah..

Alam telah marah

Karena kita terlalu serakah

Alam telah tunjukkan murka

Karena kita hanya beratkan keuntungan semata

Akankah selamanya

Hal sama terulang tanpa telaah

Akankah selamanya

Kita kehilangan ramah pada alam pemberian Nya

Saatnya kita berubah

Pada apa yang telah terlimpah

Dari Nya

Pada kita

Pada kelak anak cucu kita

Sekali lagi..

Terhaturkan doa tulus harapan jiwa..

foto : abdul muin ( http://foto.vivanews.com/ )

DIA (Part Sepeda Kenangan)


DIA

Bukan sekedar kerangka besi beroda

Bukan sekedar benda mati tanpa jasa

Bukan sekedar barang tanpa guna

Dia layak keluarga

Yang tercipta

Yang selalu ada

saat kecanggihan tak bisa lagi berbuat apa

DIA

Dimana kayuh adalah kuncinya melangkah

Susuri jalan perlahan bersama

Dapatkah rasakan iramanya??

Yah…

Irama kesederhanaan yang melekat padanya

Irama keramahan akan sekitar yang selalu jadi sifatnya

Waktu menjalankan tugasnya

Berjalan bagimana adanya

Tak terasa..

Tak terduga..

Tak hanya sekejab mata ku mengenalnya

Telah banyak kenangan

yang tersimpan dan tersemat

 

~ ini lah titik kenangan yang tersemat ~

~ ini lah titik kenangan yang tersemat ~

 

DIA

Sepeda Kenangan peninggalan Ayah tercinta

Tetap setia..

Hingga kini kumerangkaki usia..

~ post kenangan ini untuk meramaikan acara di blog nya denuz.. ehem.. Surat Cinta Burung Hantu ~

Beri Aku Jalan


Beri aku jalan
Jalan teringan dalam kehidupan
Tuk dapat segera lupakan
Semua perasaan…
Semua kenangan…
Semua harapan…
Yang telah lama tertata rapi hingga melumut dalam ingatan
Jangan beri aku pertanyaan
Jangan kau suruh beri aku alasan
Karena ku takkan dapat ungkapkan jawaban
Tak tau ini keputus asaan atau bukan
Ingin ku keluar dari kehampaan
yang seakan membelenggu tanpa belas kasihan
Ingin aku buang semua harapan
Akannya.. yang takkan pernah kesampaian
Karena memang takkan pernah mungkin ada keajaiban
.
.
~~~ sebuah catatan lama ~~~

Sosok Gagah


Sosok Gagah..

Penuh Kharisma hadir diberanda

Penuh Wibawa tulus salam beliau menyapa

Sosok Gagah..

Bukanlah buram disorot mata

Bukanlah asing dikala bertatap muka

Sosok Gagah..

Sahabat, juga keluarga baru yang terhadirkan masa

Layar maya penuh cerita

Menoreh kisah

Membawa kita mengenalnya

Dengan Segala Baiknya

Dengan Segala Senyum Khasnya

Dengan segala Guyon Renyahnya

Atas nama persahabatan yang ada

Semua terjalin dan tercipta

Membawa hidup makin berwarna

Menghantar hidup makin penuh makna

Sosok Gagah..

Beliaulah Si Empunya..

~~~~~~

Hahaha semoga dari q tak salah dan semua sahabatpun berpendapat sama

*stttt… strategi politik agar menang diacara unggulannya.. hahahahha…

cuma becanda Pak Dhe.. ini tulus dr KanvasMaya dalam edisi Sosok 🙂

Bila Nanti Kau Milikku


Bila Nanti Kau Milikku

~ Naff ~

Temani.. Temani aku
Temani.. Temani aku
Bila nanti kau milikku
Bila nanti aku milikmu

Mencintaimu kurasakan begitu indah
Kasih sayangmu kurasakan sungguh sempurna
Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Temani.. Temani aku
Temani.. Temani aku

Menyayangimu kulakukan setulus hatiku
Mengagumi membuatku merasa tenang
Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Dan Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Temani.. Temani aku
Temani.. Temani aku

Bila nanti kau milikku
Bila nanti aku milikmu

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Unggulan Lagak dan Lagu di BlogCamp (Pakde Cholik)