Bisikan Itu


Tulisan kali ini kiriman seorang sahabat Prima WKH yang khusus ia tulis teruntuk sosok tua yang ia bangga dan rindukan, menceritakan tentang mbah putri dan saat – saat terkahirnya..
****
Tangan itu tua dan sibuk di peraduannya
Mengepul, tanda pagi telah tiba
Langkah pelan menuju ke peraduan lainnya
Ikhlas dalam dharma dan percaya
Seribu dua ribu itu bermandi rasa syukur
Seribu dua ribu itu penghibur lara hati
Menyejukkan terik matahari sepi
Melembutkan angin debu beradu
Setahun yang lalu kekasihnya tak kembali
Ia lupa rasanya menjadi sepi
Setahun yang lalu pemuda itu kembali
Memeluknya erat, tanpa kata-kata
Aku masih kuat sepertimu
Aku tiada keluh dalam hari-hari
Ia tidak berubah
Keriput itu masih sama
Mata itu masih sama
Yang satu sudah kelam tak bernyawa
Berbisik ditelingaku pilu
bahwa Ia melihatku bangga
Aku berbisik jangan katakan itu
katakan aku akan kembali
Gunung dan lembah luas di antara kita
Siang yang tidak pernah aku lupa
Aku bisikkan padamu
Janganlah melihat kepadanya
Tangan-tangan cahaya yang lembut dan harum
Aku disini , mendengar air matamu
Di sisi telingamu yang masih berdetak
Aku masih kuat sepertimu
dan aku mengerti
***
Teruntuk Supiani, wanita yang memberikan nama kepadaku.
ditulis oleh Prima WKH
****
buat Prima, kuucapkan banyak terima kasih karena dah jadi penulis tamu di blogku.. sungguh tulisanmu mengingatkanku pada beliau..
Menoreh satu dua kata q coba
Sambut goresanmu mengawali rasa
Izinkanku tuk dapat leburkannya
****
Malam ramah tak terjamah
Heningpun seakan beraroma
Bersahut salam dingin menyapa
Berdenyut nadi ke ujung gemigil kata
Hantarkanku mengingat semua
Penggal – penggal cerita
dipilar kisah akannya
Sosok tua ramah dengan senyum iklasnya
Sosok tua yang selalu buatmu bangga
Sosok tua yang buatmu kuat jalani masa
Sosok tua yang tak terlupa
Bagimu
Bagi kita
Bagi semua

 

Tak banyak jumpaku dengannya
Namun cukup buatku berucap bangga
menyebutnya “mbah” dikala jumpa

salamku untuknya
do’aku haturkan padanya
disana…
disisi Sang Pemilik Cinta

***
Teruntuk Prima dan Mbah Putri 🙂
Kamay
****
"Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman
     kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa
     atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan
     hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu
     yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia
     Mahamulia lagi Maha Pengampun"
(QS Al-Mulk [67]:1-2)
"Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu daripada dunia"
(QS Al-Dhuha [93]: 4)

GILA …


Gila…

Kini menyapa raga

Perlahan rangkaki rangkai syaraf jiwa

Melanda tak terbantah

Layangkan akal ke lembah bawah sadar tanpa tujuan arah

Menghilang  entah kemana

 

Gila..

Kini hanya gelak tawa yang  tersisa

Tanpa Makna

Tanpa Rasa

Tanpa alasan nyata

Dan terdiam seketika

Berbalut wajah menanggung duka

Terisak air mata membasah

Dan  bertanya..

Mengapa???

 

Gila..

Ku akan bayangnya

yang perlahan tlah coba tuk lupa

namun tak kuasa

namun tak bisa

Akhir Tentang DIA


Waktu kali ini membungkamku tuk bersuara

Menghujam dalam rasa

Menenggelamkanku dalam kubangannya

Menekankan jiwa akan kata yang lamat nyata menyanyat

tak terharap…

” Aku yang salah ”

” Aku yang salah ”

” Aku yang salah ”

Tertanam jelas tanpa penghalang mengapa

Tak dapat lagi berkata

Hanya raga rendah tanpa peka yang tersisa

Inikah akhirnya…

Semua harapan semua asa

Terlepas tanpa kembali merenda

Inikah akhirnya…

Tentang DIA pada jendela wajah kanvasmaya

Pada hati pada rasa

yang masih penuh akan kata harap

 

Maaf…

Hanya ini yang dapat kuhaturkan

dari pelataran kesalahan

 

Maaf.. Maaf.. Maaf..

Selamat Pagi Cinta


Selamat Pagi Cinta

Guguran bayu semalam masih membasah buana

Seperti raga

Memberi rasa beda

Di pagi awal cerita

Indah…

Membuatku sekejap terlena

Membayangmu dalam kata

 

Selamat Pagi Cinta

Sudahkah dalam kebeningannya

Embun menyapa..,

Sudahkah dalam merdunya

Pipit mungil bersalam penuh irama

Sudahkah dalam suryanya

Mentari haturkan hangatnya

Menyambutmu dengan hari penuh ramah

Bertabur cinta..

Di kota harapan beribu bunga

 

Selamat Pagi Cinta

Ku kan selalu ada

Tiap awal engkau membuka mata

Karena engkau hal terindah yang pernah ada

Bagai kata dengan awal yang sempurna

 

tulisan sederhana ini terhadirkan dari 2 buah pemikiran KaMay dan Sahabat “Miedy”

dari KaMay teruntuk D.I.A *tentunya*

dari Miedy teruntuk KangMasnya Dwi 🙂

 

Selamat Pagi Cinta

Guguran bayu semalam masih membasah buana

Seperti raga

Membawa rasa beda

Di pagi awal cerita

Indah…

Membuatku sekejap terlena

Membayangmu dalam kata

tuk “SAHABAT”


Mereka..

Tak hanya sekedar rangkai aksara menjalin kata

Namun lebih dari segala yang ada

Mereka..

Keluarga baru yang terhadirkan masa

Perlahan nan nyata

Mereka ada bagai warna penghias dunia

Yang senantiasa membuat wajah penuh tawa

Penyatu sendi kehidupan yang kian rapuh

karena menara dunia yang kian berubah

Engkau sang pemilik Cinta

Berikan keceriaan pada mereka “SAHABAT” terkasih

Berikan keindahan disetiap mimpi – mimpi

Berikan kekuatan disetiap langkah tuk menapaki hidup ini

~ hanya tulisan sederhana ku peruntukkan pada semua sahabat.. semoga berkenan.

ahhh.. saatnya bagi – bagi kebahagiaan.. yup awalnya kemaren saat BW ke blog seorang sahabat lama PRIMA WKH pemilik PrimeEdges tak disangka dapet turunan award 1 lagi.. dan ini penampakannya..

hmmm.. lucu kan?? dan untuk menjalankan amanat award ini kamay turunkan lagi, tapi bingung pada siapa hahaha.. award kulanjutkan pada semua semua sahabat yang berkunjung kesini.. monggo diboyong hehehe..

eittt belum selesai.. kebagahagiaan kemaren gak hanya satu, dari kolom komentar salah satu postku sebuah pemberitahuan dari erwinaziz ” Sob. aku kirim email tolong di cek ya terimakasih :) ” dan setelah terbang ke TKP.. horrraayyy.. award lagi.. alhamdulillah.. dan ini penampakannya..

alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.. terimakasih buat semua sahabat atas semuanya.. sgala doanku untuk semua..

“bersahabat dengan teman semua membuat hidupku penuh makna”

terima kasih

 

salamku,

KaMay

Saat Dia Kembali Menyapa


Harmoni yang mendayu

Menyentuh diri tuk terharu

Terdiam seketika kala itu

Membisu dalam alunan merdu

Sejenak menyelam lupakan sendu

Yang mendera seiring waktu

Hempaskanku layak angin yang bertiup menderu

Hampa yang membelenggu

Kini terasa beda dalam kalbu

 

Seakan rasa merayapi bekunya raga

Mengalir dalam nadi – nadi penuh irama

Saat dia kembali menyapa

Saat dia kembali tersenyum dalam symbol – symbol kata

 

Sungguh… hadirnya membawa indah

Tenang… diri ini mulai kembali coba

Percikan bahagiapun kini kembali menggema