IBU

Pundak itu…
Tunduk merunduk kian bungkuk
Menanggung beban seakan tertekuk
Bongkah semangat pun terbentuk
Tuk terus hadapi hidup
Demi putra putribyang slalu ia dekap peluk

Kaki itu..
Tatih tertatih kian letih
Melangkah perlahan dengan pasti
Tiada lelah tiada letih
Tanpa alas pelaspis kaki
Semua demi putra putri terkasih

Wajah itu…
Tertatap layu kian sayu
Renta wajah kian menyapu
Tiada ragu
bergelut dunia yang tiada lagi lugu
Semua..
kembali tuk putra putri yang ia inginkan maju

Pundak itu
Kaki itu
Wajah itu
Engkaulah ibu..
Dipelataran dunia rapuh
Tak ragu segala doaku terhatur untukmu
Sujudku ditelapakmu
Akan kasih yang curahnya tak terbendung untukku

Ibu..

*****
tulisan diatas teruntuk semua ibu… akan semua kasih yang tiada terukur🙂

*****
hmm… apa kabar sobat, lama blogku ini terlantar… waktuku bener2 gak dapat berkompromi membelenggu tanpa menyisakan celah *walah bahasamu…
maaf karena baru muncul kembali🙂

salam ku

Kamay

41 thoughts on “IBU

  1. begitulah Ibu.. memberikan dan melakukan segalanya tanpa peduli pada letih diri sendiri..

    wah sama saya posting juga tersendat-sendat dan BW juga😦

  2. Ping-balik: Award: You’re My 1st Friend « PrimeEdges

  3. menyebut ibu, aku selalu teringat tangisnya empat belas tahun yang lalu. Tangis yang terindah yang pernah kupersembahkan pada hati mulianya. Tangis bahagia yang tak kunjung kembali kuberikan. Ibu, kumohon restumu, tuk hadirkan tangis bahagia, paling tidak seperti tangismu empat belas tahun yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s