Kembali


Lama tak tersentuhDinding gores ini terasa lusuh
Tenggelam vakum dalam bisu
Miris tersisih waktu

Disini aku
Diam menatap rindu
Meraba dengan jemari – jemari yang mulai kaku
Menggores kata satu demi satu
Membangun kembali baris – baris rindu

Disini aku
Kembali pada kanvasku
Ruangku membangun silaturrahmi yang lama beku…

^ kamay ^

Iklan

Kembali Dalam Tanya


Memejam..

Setiap kali raga menyapa
Setiap kali itu raga bertanya akan keikhlasan

Kini..
Disudut ruang itu
Dia berbaring lemah bersembab mata
Menahan..
Bergelut dengan kerontakan yang mengguncang
Dan Raga tak tahan menatap
Ingin raga meminta lemahnya
Namum tak kunjung terasa

Apa ini konsekwensi..
dari sebuah tanya akan keihklasan
atau…
Sebuah jawaban dari setiap sapa ?
“ Sejauh mana kau akan ikhlas “
Seketika membuat raga tertunduk

Kini apa yang kan dilakukan raga tuk dia..

Haruskah raga menyerah..
Tak lagi bertanya akan keikhlasan

Mengharap dia kembali bugar
Tak lagi sembab membingkai mata
Kembali senyum membingkai wajah
Kembali kuat mengemban sisa bulan dari cinta

Raga..
Kembali Dalam Tanya..

S.A.N.T.A.I


Merebah sejenak dalam lusuh

Rasakan nikmat peluh

Tampak keruh

Menderas dimuka tubuh

Huuuh…

Nafas itu menderu

Bukan keluh yang yang memburu

Namun nyaman dalam degup tak tentu

Dan detik pun berlalu tanpa ragu

Lantas terdiam

Sekejap pun memejam

Semakin dalam

Larut dalam lelah kelam

Perlahan…

Dan nyata buatku hilang

sudut tenang ~ 14.35

YOUR EYES


Ambigu…
Mungkin itulah yang ku rasakan
saat melihat sinar itu

Ada kolam kedamaian
yang kutemukan di tengah rancah
dunia yang makin membuncah

Ada hangat matahari yang terasa mendekapku
Ditengah dingin hati yang membeku
Ada keindahan nirwana
Yang membuatku terpukau tanpa kedip

Tapi..
Sinar itu juga bagai hutan
belantara tanpa ujung…
Bagai laut tanpa tepi…
Mengurung dan menenggelamkanku di dalamnya

Kini…
Sinar itu menjadi rumahku
Tujuan akhir dalam perjalanan hidupku

 

~ Diana Yanti ~

***

Kehadiran setelah lama vakum langsung berpuisi yang ditampilin hmm… *Plaaakk.. minta maaf kek.. hehehe, vakum kemaren bener2 membekap waktuku hingga gak sempet buat posting 🙂

semoga setelah ini bisa terus posting..

puisi diatas dibuat oleh seseorang kini bener – bener berarti buat hidup…

 

salam

Kamay 🙂

HKN-46 : Keluarga Sehat Investasi Bangsa


Salam Sehat Buat Sahabat Semua

 

Walahhh salamnya… *ada apa ini… ada apa ini…

Hehehe kali ini tentang peringatan hari dulu.. Maaf sebelumnya, sebenernya post ini pengen diterbitin paling lambat tanggal 19 minggu kemaren namun baru bisa post sekarang malam hari pula hehehe, karena masih ngumpulin beberapa foto yang belum siap, maklum foto – fotonya hasil sumbangan hehehe…

 

****

Tanggal 18 Desember 2010 lusa kemaren, Keluarga besasr Dinas Kesehatan Situbondo beserta UPTD Puskesmas se-Kabupaten Situbondo memperingati  Hari Kesehatan Nasional tepatnya pada tahun ini masa peringatan yang ke 46 (Peringatan rutin Hari Kesehatan Nasional sebenarnya jatuh tanggal 12 November). Acaranya cukup meriah, lucu dan insyaallah mempromosi  dengan acara jalan santai dan pawai mini promosi kesehatannya.

 

Perkenalan :

 

“KELUARGA SEHAT INVESTASI BANGSA”

 

Tema yang diusung diperingatan kali ini, berdasarkan ide keluarga sebagai investasi awal yang sangat penting. Keluarga merupakan elemen organisasi terkecil dalam membentuk bangsa. Dalam keluarga, interaksi komunikasi dari ayah, Ibu dan Anak menjadi pendidikan pertama yang penting, oleh karena itu keluarga menjadi investasi bangsa bagi pembangunan yang Sumber Daya Manusia yang produktif secara social dan ekonomis.

Arti logo diatas :

 

Keluarga Sehat digambarkan dengan orang tua dan kedua anaknya (laki2 dan perempuan) merentangkan tangan ke atas, lambing semangat dan kesehatan. Kurva melengkung ke atas adalah gambaran dri tanah/Negara/bangsa yang dipijak oleh keluarga.

 

Kedua Anak yang mengangkat tangan keatas dengan membawa bendera Indonesia  menggambarkan bahwa keluarga dan anak2 merupakan investasi bangsa yang harus dijaga dan dipelihara kesehatannya.

 

Warna merah melambangkan tumpah darah Indonesia, warna hijau lambing kesehatan, kesuburan dan kemakmuran bangsa.

 

Ehem.. udah mulai bosan dengan perkenalannya?? Hehehe mari mari mari ikut merayakan, kemeriahannya, kehangatan, keakraban, kekocakan, kelucuan dan ke-narsis-an.. semua ada disini..

acara dimulai pukul 05.30 WIB dimulai dengan Upacara Pembukaan

” Bapak Bupati Situbondo memberikan Sambutan “

” Lapoor.. Upacara HKN – 46 Siap.. “

” Istirahat ditempaaattt.. Graak 🙂 “

” Pelepasan Balon HKN oleh Bpk. Bupati dan Bpk. KaDinKes “

****

Saatnya Pawai…

” Nyamuk Raksasa hinggap di mobil.. hehe “

” udah seperti demo bukan?? yahhh demo kesehatan tapinya.. Mari Hidup Sehat 🙂 “

*****

Saatnya Kekocakan Lomba

” Marii… Jogeed Bersama.. “

” Bpk. Kepala Dinas Kesehatan memberikan selamat pada pemenang “

” Yang lagi asyik manggung “

*****

saatnya kenarsisan bergaya, ekspresi, sorak sorai, kehangatan, keakraban semua tersedia disini

” Jempol dari KaDinKes dr. Budiawan beserta istri “

” ekspresi kegembiraan “

” kehangatan keluarga, ayah dan anak.. modal awal investasi bangsa “

” Asyik nya 🙂 “

” disini kehangatan dan kenarsisan tercipta.. upssss… siapa itu yang ikutan nongol sebelah kiri hehehehe “

” Sorak sorai dari anak – anak ini menambah semangat.. terus tersenyum, belajar.. kelak lanjutkan jejak kami dibidang kesehatan (hehe lagi – lagi promosi)… kalian semua investasi bangsa merah putih ini “

” eit.. eit.. ini lagi ngapain.. narsis ato lagi kebingungan hehe “

” dooooor… ampun pak!! hehe “

” don’t try this at home.. hehehe “

” sebelah kiri ibu sekretaris kita… ibu awas terbang.. eheehe “

” Sang Juara… ahh benerann??? ato hanya minjem dulu ya??? wkwkwkwkk “

 

*end*

harap bersabar jika loadnya lama karena gambarnya buanyak banget hehehe

Foto : Terima kasih pada mazz aank doank, ubai dan miedy

salam sehat 🙂

KaMay

Cermin Diri


Cermin.. hmm.. apa yang langsung terpikirkan oleh sahabat semua tentang cermin?? cukup ajaib juga gak sih benda pemantul satu ini?? lalu… siapa yang menemukannya tuk pertama kali?? *Plaaaaaak…. (dilempar sandal), walaah… kok ya malah ngebahas sampai ke penemunya segala* hehehe 🙂

Yah… benda satu ini gak asing dalam kehidupan kita (dikenal ramai sebagai sejenis benda yang dapat memantulkan cahaya atau bayang) dan mungkin sudah terpajang menghias salah satu sudut kamar kita, dimana didepannya kita dapat membenah diri dari kekusutan hingga benar – benar telihat rapi dan pantas, bahkan dari hasil bertanya kesana kemari, kekanan kekiri gak pake atas bawah *Ploooook…. (dilempar sepatu kali ini hehe)* ama temen cewek dikantor, mereka bisa betah berlama – lama didepan cermin, membenah ini dan membenah itu.. berhias ini dan berhias itu.. Bener gak sih??? hehehe *piss piss*

Namun dipost ini, gak ingin ngebahas panjang lebar tentang cermin tempat kita berkaca dan membenah diri, namun cermin yang sebenar – benarnya cermin (menurut saya)…

…. Cermin Diri ….

Mungkin kerap dari kita saat didepan cermin hanya sebatas sekedar membenah diri dari apa yang dapat kita lihat tanpa sebuah detail.. dan sambil bergumam.. ” hari dimulai lagi.. Semangat !!!”. Pernah kah kita didepan cermin benar – benar menatap dalam bagaimana wajah, mata dan semua tentang diri kita???

Berawal dari membaca sebuah buku, untuk judulnya saya lupa karena udah lama banget, namun inget betul tulisan ini oleh Abdullah Gymnastiar, saat awal membaca tulisan ini pada bait pertama, sontak diri ini tertohok.. hati rasanya benar – benar tertusuk, bukan belati namun ribuan jarum panas yang tertancap perlahan. rasa seketika beda, tak ada satu pun kata diujung lidah, petak kamar seketika berasa berubah tebing tinggi menjulang menyisakan ruang seraga tempatku meringkuk terdiam. Astaghfirullah.. selamatkan aku.. terbata terlontar!!! dan kembali terdiam…

Sampai sekarang pun penggal – penggal kata itu masih mengisi sudut kepalaku.. dan ini penggalan – penggalan kata yang ku ingat..

 

****

Saat kudatangi sebuah cermin

Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sering kulihat

Namun aneh, sesungguhnya aku tak mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya?

Apakah wajah ini yang kelak bercahaya dan bersinar indah di surga sana?

Ataukah wahah ini yang kan hangus legam dilembah neraka terdalamnya?

Tatkala kutatap mata, nanar aku bertanya?

Mata inikah yang kan menatap penuh kerinduan…

Menatap Allah, menatap Rasulullah dan kekasih2 Allah kelak?

Ataukah mata ini yang kan terbeliak, teburai menatap siksanya?

Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kan mendesah penuh kerinduan mengucap Laa Ilaaha Ilallah ?

Ataukah mulut ini yang kan menganga dengan jeritan pilu yang kan mencopot sendi – sendi setiap pendengar?

Wahai mulut, apa gerangan yang tlah kau ucapkan selama ini?

Berapa banyak hati remuk dengan pisau katamu?

Betapa langka Engkau syahdu memohon Allah mengampunimu?

Tatkala kutatap tubuh

Apakah tubuh ini yang kan bersinar, bersuka cita di surga?

Ataukah tubuh ini yang kan tercabik hancur di lembah neraka terdalamnya?

Betapa beda apa yang tampak dicermin dan apa yang tersembunyi

Betapa yang kulihat selama ini hanya topeng

Sedang aku.. hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus

Selamatkan aku ya Robb..

****

itu kata – kata yang ku ingat dari tulisan itu… sungguh buat diri ini bercermin.. selamatkan diri ini Ya Robb..

terdiam kembali menyapa.. tak ada yang dapat kukata.

Semoga kita slalu dalam lindungannya..

 

Kini apa yang terpikirkan sahabat saat didepan cermin ???

 

Sb. Gambar : Mbah Google

tuk “SAHABAT” (part 2)


Pagi bersenandung

Bersahut merdu dalam dekap embun..

Walaaaahhh… stop… kok malah keluarannya jadi puisi hehehe..

Selamat pagi semua… 🙂 hari yang beda, suasana yang beda dan postingan kali ini pun beda. Libur sejenak tuk menulis puisi – puisi, pengen banget bagi – bagi dikesempatan kali ini. Berawal dari postingan sahabat Prima dimana dia berbagi award untuk pertama kalinya sebuah award cantik tuk seorang yang cantik asli “mbak iyha” dengan goresan tangan dia sendiri membuat jemari – jemari ku ini pun gatal pengan megang pensil dan menggoreskannya. Mungkin konsep post ku kali ini gak beda dengan Prima, berbagi award dan mencoba tuk menggores sesuatu *hehehe aku nyontek idenya ya Prim*. Alhasil setelah lama vakum dalam dunia menggores *walah bahasamu.. sok gmana gitu.. hehehe*, berbekal pensil kecil 2B (sebenernya pengen nyoba pake cat, karena berhubung cat nya gak ada jadi yah berbekal pensil 2B ajjah hehe) kemaren mencoba menggores sosok yang gak asing dan Alhamdulillah udah dapet lampu hijau juga, beliau “Om Nanang Hernanto” xixixixixi…  teruntuk om makasih dah di ijinin make fotonya dan maaf banget klo gak mirip yak.. dan buat fans – fans Om NH juga mohon maaf klo yang aku gores kurang mirip hehehe..

 

Ini foto asli beliau yang kuambil dari FB, selalu mantab dengan pose sedakep hehehe…

Dan ini hasil goresan mentah nya…

Yang ini setelah edit, award persahabatan dari KaMay tuk beliau…

semoga om NH berkenan nerimanya 🙂

Dan namanya bagi – bagi jadi gak hanya sekedar itu ajja berbagiku kali ini, alhamdulillah kemaren juga dah coba bikin sebuah award persahabatan, kamay peruntukkan buat sahabat semua.. dan ini penampakannya..

tuk semua sahabat bisa langsung diambil award ini, namun karena pengen seperti yang telah – telah *ngetrend nya gitu* pake estafet aku hadirkan list sahabat – sahabat berikut untuk berkenan menerimanya dan meneruskannya ke teman lain hehehe *walah walah kaku banget sepertinya bahasaku* hehehe..

teruntuk :

1. Bunda

2. Erwin Aziz

3. Advertiyha

4. Prima

5. Arundati

6. Denuz

7. Blue

8. Usagi

9. Inge

10. Kang Ian

dan untuk sahabat yang belum aku cantumin namanya bukan tanda gak berarti, kalian semua berarti bagi KaMay.. awardnya bisa langsung diambil ajja.. hehehe trima kasih buat semua sahabat..

hatur salamku dan doa ku untuk kalian..

*udah jangan panjang – panjang* hehehe

salam

KanvasMaya

GILA …


Gila…

Kini menyapa raga

Perlahan rangkaki rangkai syaraf jiwa

Melanda tak terbantah

Layangkan akal ke lembah bawah sadar tanpa tujuan arah

Menghilang  entah kemana

 

Gila..

Kini hanya gelak tawa yang  tersisa

Tanpa Makna

Tanpa Rasa

Tanpa alasan nyata

Dan terdiam seketika

Berbalut wajah menanggung duka

Terisak air mata membasah

Dan  bertanya..

Mengapa???

 

Gila..

Ku akan bayangnya

yang perlahan tlah coba tuk lupa

namun tak kuasa

namun tak bisa

WASIOR PAPUA


 

~ wasior papua luluh lantah ~

~ wasior papua luluh lantah ~

 

Wasior Papua kini dirundung duka

Wasior Papua kini penuh tangis meraja

Wasior Papua kini teteskan air mata

Wasior Papua kini meratap merana

Wasior Papua kini bau menyengat mayat merata

Wasior Papua kini luluh lantah

Banyak nyawa hilang seketika

Keluarga terpisah entah dimana

Tangis bayi membahana menyayat rasa

Karena air tak bermata

Karena gelondong kayu terserak terbawa

Telah binasakan apa yang ada

Lantas siapa yang kan disalah…???

Dia Kah?

Alam Kah?

Atau Kita Kah?

Yah…

Kita yang salah..

Alam telah marah

Karena kita terlalu serakah

Alam telah tunjukkan murka

Karena kita hanya beratkan keuntungan semata

Akankah selamanya

Hal sama terulang tanpa telaah

Akankah selamanya

Kita kehilangan ramah pada alam pemberian Nya

Saatnya kita berubah

Pada apa yang telah terlimpah

Dari Nya

Pada kita

Pada kelak anak cucu kita

Sekali lagi..

Terhaturkan doa tulus harapan jiwa..

foto : abdul muin ( http://foto.vivanews.com/ )