HKN-46 : Keluarga Sehat Investasi Bangsa


Salam Sehat Buat Sahabat Semua

 

Walahhh salamnya… *ada apa ini… ada apa ini…

Hehehe kali ini tentang peringatan hari dulu.. Maaf sebelumnya, sebenernya post ini pengen diterbitin paling lambat tanggal 19 minggu kemaren namun baru bisa post sekarang malam hari pula hehehe, karena masih ngumpulin beberapa foto yang belum siap, maklum foto – fotonya hasil sumbangan hehehe…

 

****

Tanggal 18 Desember 2010 lusa kemaren, Keluarga besasr Dinas Kesehatan Situbondo beserta UPTD Puskesmas se-Kabupaten Situbondo memperingati  Hari Kesehatan Nasional tepatnya pada tahun ini masa peringatan yang ke 46 (Peringatan rutin Hari Kesehatan Nasional sebenarnya jatuh tanggal 12 November). Acaranya cukup meriah, lucu dan insyaallah mempromosi  dengan acara jalan santai dan pawai mini promosi kesehatannya.

 

Perkenalan :

 

“KELUARGA SEHAT INVESTASI BANGSA”

 

Tema yang diusung diperingatan kali ini, berdasarkan ide keluarga sebagai investasi awal yang sangat penting. Keluarga merupakan elemen organisasi terkecil dalam membentuk bangsa. Dalam keluarga, interaksi komunikasi dari ayah, Ibu dan Anak menjadi pendidikan pertama yang penting, oleh karena itu keluarga menjadi investasi bangsa bagi pembangunan yang Sumber Daya Manusia yang produktif secara social dan ekonomis.

Arti logo diatas :

 

Keluarga Sehat digambarkan dengan orang tua dan kedua anaknya (laki2 dan perempuan) merentangkan tangan ke atas, lambing semangat dan kesehatan. Kurva melengkung ke atas adalah gambaran dri tanah/Negara/bangsa yang dipijak oleh keluarga.

 

Kedua Anak yang mengangkat tangan keatas dengan membawa bendera Indonesia  menggambarkan bahwa keluarga dan anak2 merupakan investasi bangsa yang harus dijaga dan dipelihara kesehatannya.

 

Warna merah melambangkan tumpah darah Indonesia, warna hijau lambing kesehatan, kesuburan dan kemakmuran bangsa.

 

Ehem.. udah mulai bosan dengan perkenalannya?? Hehehe mari mari mari ikut merayakan, kemeriahannya, kehangatan, keakraban, kekocakan, kelucuan dan ke-narsis-an.. semua ada disini..

acara dimulai pukul 05.30 WIB dimulai dengan Upacara Pembukaan

” Bapak Bupati Situbondo memberikan Sambutan “

” Lapoor.. Upacara HKN – 46 Siap.. “

” Istirahat ditempaaattt.. Graak 🙂 “

” Pelepasan Balon HKN oleh Bpk. Bupati dan Bpk. KaDinKes “

****

Saatnya Pawai…

” Nyamuk Raksasa hinggap di mobil.. hehe “

” udah seperti demo bukan?? yahhh demo kesehatan tapinya.. Mari Hidup Sehat 🙂 “

*****

Saatnya Kekocakan Lomba

” Marii… Jogeed Bersama.. “

” Bpk. Kepala Dinas Kesehatan memberikan selamat pada pemenang “

” Yang lagi asyik manggung “

*****

saatnya kenarsisan bergaya, ekspresi, sorak sorai, kehangatan, keakraban semua tersedia disini

” Jempol dari KaDinKes dr. Budiawan beserta istri “

” ekspresi kegembiraan “

” kehangatan keluarga, ayah dan anak.. modal awal investasi bangsa “

” Asyik nya 🙂 “

” disini kehangatan dan kenarsisan tercipta.. upssss… siapa itu yang ikutan nongol sebelah kiri hehehehe “

” Sorak sorai dari anak – anak ini menambah semangat.. terus tersenyum, belajar.. kelak lanjutkan jejak kami dibidang kesehatan (hehe lagi – lagi promosi)… kalian semua investasi bangsa merah putih ini “

” eit.. eit.. ini lagi ngapain.. narsis ato lagi kebingungan hehe “

” dooooor… ampun pak!! hehe “

” don’t try this at home.. hehehe “

” sebelah kiri ibu sekretaris kita… ibu awas terbang.. eheehe “

” Sang Juara… ahh benerann??? ato hanya minjem dulu ya??? wkwkwkwkk “

 

*end*

harap bersabar jika loadnya lama karena gambarnya buanyak banget hehehe

Foto : Terima kasih pada mazz aank doank, ubai dan miedy

salam sehat 🙂

KaMay

Iklan

Cermin Diri


Cermin.. hmm.. apa yang langsung terpikirkan oleh sahabat semua tentang cermin?? cukup ajaib juga gak sih benda pemantul satu ini?? lalu… siapa yang menemukannya tuk pertama kali?? *Plaaaaaak…. (dilempar sandal), walaah… kok ya malah ngebahas sampai ke penemunya segala* hehehe 🙂

Yah… benda satu ini gak asing dalam kehidupan kita (dikenal ramai sebagai sejenis benda yang dapat memantulkan cahaya atau bayang) dan mungkin sudah terpajang menghias salah satu sudut kamar kita, dimana didepannya kita dapat membenah diri dari kekusutan hingga benar – benar telihat rapi dan pantas, bahkan dari hasil bertanya kesana kemari, kekanan kekiri gak pake atas bawah *Ploooook…. (dilempar sepatu kali ini hehe)* ama temen cewek dikantor, mereka bisa betah berlama – lama didepan cermin, membenah ini dan membenah itu.. berhias ini dan berhias itu.. Bener gak sih??? hehehe *piss piss*

Namun dipost ini, gak ingin ngebahas panjang lebar tentang cermin tempat kita berkaca dan membenah diri, namun cermin yang sebenar – benarnya cermin (menurut saya)…

…. Cermin Diri ….

Mungkin kerap dari kita saat didepan cermin hanya sebatas sekedar membenah diri dari apa yang dapat kita lihat tanpa sebuah detail.. dan sambil bergumam.. ” hari dimulai lagi.. Semangat !!!”. Pernah kah kita didepan cermin benar – benar menatap dalam bagaimana wajah, mata dan semua tentang diri kita???

Berawal dari membaca sebuah buku, untuk judulnya saya lupa karena udah lama banget, namun inget betul tulisan ini oleh Abdullah Gymnastiar, saat awal membaca tulisan ini pada bait pertama, sontak diri ini tertohok.. hati rasanya benar – benar tertusuk, bukan belati namun ribuan jarum panas yang tertancap perlahan. rasa seketika beda, tak ada satu pun kata diujung lidah, petak kamar seketika berasa berubah tebing tinggi menjulang menyisakan ruang seraga tempatku meringkuk terdiam. Astaghfirullah.. selamatkan aku.. terbata terlontar!!! dan kembali terdiam…

Sampai sekarang pun penggal – penggal kata itu masih mengisi sudut kepalaku.. dan ini penggalan – penggalan kata yang ku ingat..

 

****

Saat kudatangi sebuah cermin

Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sering kulihat

Namun aneh, sesungguhnya aku tak mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya?

Apakah wajah ini yang kelak bercahaya dan bersinar indah di surga sana?

Ataukah wahah ini yang kan hangus legam dilembah neraka terdalamnya?

Tatkala kutatap mata, nanar aku bertanya?

Mata inikah yang kan menatap penuh kerinduan…

Menatap Allah, menatap Rasulullah dan kekasih2 Allah kelak?

Ataukah mata ini yang kan terbeliak, teburai menatap siksanya?

Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kan mendesah penuh kerinduan mengucap Laa Ilaaha Ilallah ?

Ataukah mulut ini yang kan menganga dengan jeritan pilu yang kan mencopot sendi – sendi setiap pendengar?

Wahai mulut, apa gerangan yang tlah kau ucapkan selama ini?

Berapa banyak hati remuk dengan pisau katamu?

Betapa langka Engkau syahdu memohon Allah mengampunimu?

Tatkala kutatap tubuh

Apakah tubuh ini yang kan bersinar, bersuka cita di surga?

Ataukah tubuh ini yang kan tercabik hancur di lembah neraka terdalamnya?

Betapa beda apa yang tampak dicermin dan apa yang tersembunyi

Betapa yang kulihat selama ini hanya topeng

Sedang aku.. hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus

Selamatkan aku ya Robb..

****

itu kata – kata yang ku ingat dari tulisan itu… sungguh buat diri ini bercermin.. selamatkan diri ini Ya Robb..

terdiam kembali menyapa.. tak ada yang dapat kukata.

Semoga kita slalu dalam lindungannya..

 

Kini apa yang terpikirkan sahabat saat didepan cermin ???

 

Sb. Gambar : Mbah Google

Wujudkan Bersatu Menuju Kukuh, INDONESIAKU..


” …Ada satu yang hilang dari negeriku, tak seperti dahulu saling bersatu… “

~ Indonesia Unite – Rindu Bersatu ~

 

Melihat miris nya berita tentang bangsa dilayar televisi sekarang, mungkin penggalan liric diatas benar adanya.. bangsa kita tak seperti dahulu, tak saling bersatu yang kini terdengar hanya bentrok dimana – dimana dan yang paling membuat tersayat pertentangan itu antar sesama kita.. kurasa negeri ini menangis dengan keadaan sekarang.. bukan semata hanya karena koruptor yang kian meraja dan menggerogoti sendi – sendi rakyat kita, namun karena kita krisis akan kata BERSATU…

DAMAI, kapan kah kau kembali??

Negeri ini tlah rindu dengan segala perbedaan yang membuat kita kaya dan satu, bukan tuk membuat kita rapuh.. karena semua hanya kita yang mampu tuk kembali wujudkan itu..

mari kita Wujudkan Bersatu Menuju Kukuh, INDONESIA KU….

 

 

~ kita itu satu ~

indonesia bersatu

*foto : kamay editing

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Iklan Indonesia Bersatu di BlogCamp


 

 

AKU DENGAN MIMPI..


Hmmm… pagi menyingsing, menyapu guguran – guguran malam, memudar gelap menjelas terang, selimut kabut pun perlahan pergi beringsut ke kedalaman hutan kembali bersembunyi disemak – semak belukar, meninggalkan embun dalam kesendirian yang tertahan pada lembaran – lembaran daun semalam, siap terbinasakan mentari yang sebentar lagi kan mengembang di angkasa terbentang. Bukan hal duka dengan terbinasakannya, karena semua banyak perihal indah dibaliknya.. embun.. kan kembali terhadirkan membasahi membasahi mayapada dipucuk – pucuk ilalang bersama datangnya dingin malam serta kabut dalam kelam. Dan mentari kembali berikan warna.. kembali berikan ceria.. kembali berikan sejuk surya.. kembali berikan lembar baru pada dunia.

Disudut desa balik bukit yang masih ramah dengan sekeliling alam yang belum banyak terjamah, indah dan terkagum mata, disebuah gubuk kecil seorang bocah..

Terbuka jendela dengan suara khasnya.. seketika tampak seorang bocah dengan raut wajah lugunya sehabis meraup mimpi semalam, senyum terkembang menawan nilai polos ikhlasnya terpancarkan. “selamat datang dunia.. selamat pagi dunia.. apa kabar dunia.. maaf, kuterlambat menyapa.. mimpi semalam sungguh buatku terlena.. kini kembali ku pada nyata.. Alhamdulillah..” bocah berkata dikedalam suara seraknya.

Inilah aku, insan kecil desa ini, desa balik bukit yang masih asri. Namaku.. orang sekampung biasa memanggilku Atang, yah Atang Budiman.. diharap kelak kan jadi seorang yang berbudi, luhur dan pekerti, itu kata emak dan abah.. standar harapan orang tua pada putra dan putrinya, dengan bangga kumenyandang nama pemberian merekadan juga penuh harap dengan doa mereka dinamaku, kelak ku kan berhasil dan menggapai cita jadi kebanggaan putra desa dan memajukannya.

Pagi masih terasa dingin dengan anginnya yang semilir merinding. Namun riuh suara desa makin bergemuruh, ayam berkokok, burung bersiul, dan ibu – ibu yang lagi bertegur sapa dengan obrolan – obrolan ringan seperti biasa, pertanda hari baru aktivitas baru.. saatnya bekerja, bekerja dan bekerja.. bagiku, saatnya sekolah, sekolah, dan sekolah. Segera kuberlari menuju sumber curah balik gubuk tempat biasaku membasuh diri merasakan dinginnya air khas desaku ini.. aaahhh apakah beda??. Bersiap dan beranjak kesekolah, dengan pakaian seragam seadanya.. merah putih lusuh tersayang.. dan sepasang sandal jepit butut pelapis kaki yang senantiasa setia mengiringi tiap derap langkah kaki kacil ini menuju sekolah dicinta. Bersama kawan berjalan bersama, meniti pematang, meniti jalan setapak bebatuan.. karena memang tempatku menuntut ilmu jauh diujung selatan. Berjalan ku berlari ku, bernyanyi ku tertawa ku, sekedar tuk hilangkan bosan.. jelas tersungging ketika mulutku lebar tebahak.. dengan ringan tanpa beban, tiada lelah terasakan. Karena disana sekolah manantiku dengan segala senyuman.

Tak sedikit yang melirik, menatap dan memandang jelas diperjalanan dengan keadaan ku sekarang.. merah putih lusuh dan sandal  jepit butut, sungguh jauh identitas bahwaku seorang pelajar. Eeeiiitttt… tapi jangan pandang rendah dan miris insan kecil ini, mungkin ku memang jauh dari kata berada yang kumiliki pun mungkin hanya setengah – setengah. Tapi aku miliki satu yang berarti dalam hidup ini, cita – cita dan semangat yang tiada henti terpahat di dinding hati. Tak kan terkalahkan dengan mereka yang dikota dan serba mewah.. semangat ku meyakinkan jiwa ini jika satu saat nanti aku kan dapat raih semua mimpi..

Tak tearsakan dengan keceriaan dengan semangat yang dilalui diperjalanan sekian menit tadi.. tibaku pada sosok bangunan penuh senyum yang sedari tadi menunggu dan berkibar gagah merah putih dipelatarannya.. yah sekolah aku tlah tiba. Terdiam sejenak digerbang.. lantas berbisik “masa depan indah.. tunggulah aku.. aku kan datang menjemputmu dengan pasti”

Prosa aplikasi dari puisi ku Kami Dengan Mimpi permintaan seseorang Mochammad Asyhar beberapa waktu lalu, mencoba menggubah  perkata dalam bentuk prosa, tapi entah bisa dibilang prosa ato tidak.. karna sejujurnya si KaMay ini amat dangkal pengetahuaanya akan hal ini..

foto – foto dari AHAO’s Blog dan KaMay editing… terima kasih om, pakde, mbah.. hehe

Post ini Diikut sertakan dalam acara tuk memeriahkan Agustus di Ceritaeka

Munajat Cinta Orang Tua


Seorang siswi kelas 1 sebuah SMA, Dia berminat mengikuti sebuah ekskul disekolahnya. Kelompok ekskul ini belajar menata beragam acara pagelaran dan pementasan, ya.. event organizer (EO) gt lah. Dan sebagai anak baik yang taat pada orang tuanya dia meminta izin terlebih dahulu pada abah dan umi nya untuk dapat mengikuti ekskul tersebut.

Mendengar ajuan putrinya, kedua orang tuanya mengernyitkan dahi. Mereka khawatir, ekskul ini piker mereka, tidak baik bagi putrinya. Pasti akan menyita waktu putrinya, tak mustahil hingga larut malam. Belum lagi risiko pergaulan yang cenderung bebas.

Minat putrinya ini benar – benar diluar kerangka pikir orang tua. Mereka menduga putrinya akan memilih aktif dikegiatan remaja masjid, seperti orang tuanya dulu. Tentu saja orang tuanya tidak setuju akan pilihan putrinya.

Meskipun tahu kalau orang tuanya menolak, siputri tetap mendesak. Dia berusaha meyakinkan orang tuanya. Sebagai orang tua yang bijak, yang menghargai aspirasi anaknya, sekaligus berupaya memahami perubahan zaman, kedua orang tuanyakemudian mempercayai putrinya untuk mengambil keputusan sendiri. Sejalan dorongan hatinya, siputri pun memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti ekskul yang ia minati itu.

Kegiatan ekskul sendiri dilaksanakan malam minggu berikutnya. Semua siswa anggota ekskul harus bermalam disuatu tempat dia memohon izin kepada orang tuanya. Keduanya keberatan dan sulit memberikan ijin, terbayang berbagi risiko membahayakan. Namun putrinya terus bersikukuh mendesak, sekali lagi kedua orang tuanya menyerah dan kembali memberikan keputusan kepada putrinya.

Secara kontras, orang tuanya tetap memendam kekhawatiran. Tanggung jawab sebagai orang tua sedang dipertaruhkan. Rasa bijaknya memang memberikan kebebasan, tapi rasa khawatir dan tanggung jawab moralnya sulit ditenangkan. Mereka tak henti bermunajat kepada ALLAH, beristighfar karena telah “mengijinkan” putrinya, memohon perlindungan khusus untuk putrinya.

Seirang berjalan waktu, tibalah hari “H” kegiatan ekskul malam itu, putrinya tidak berkemas,orang tuany mulai bertanya, menjelang magrib putrinya masih tetap dirumah, tidak kunjung berangkat. Ortunya semakin heran campur senang tentunya.

“kenapa tidak berangkat?jadi ekskulnya?” kedua ortunya penasaran.

“tidak jadi” jawab nya.

Ploooooog ces pleeng.. sebuah jawaban yang melapangkan dada orang tua.

“semua siswa tidak mendapat izin dari orang tuanya, Mi”jelas dia pada Uminya. Ternyata, semua orang tua siswa ini sama – sama tidak mengijinkan dan bermunajat kepada-Nya

Itulah salah satu contoh rasa cinta orang tua kepada anaknya. Semuanya akan dilakukan orang tua untuk anak – anak tercinta.

Rasa bersalah pasti terjadi ketika mereka, orang tua, tidak berhasil mengarahkan anaknya untuk bersikap dan memiliki akhlak mulia. Namun , setelah berusaha sekuat tenaga tinggal memasrahkannya ke Ilahi Robbi, dan terus berintrospeksi seperti yang dilakukan Sayyidina Umar r.a.

Sayyidina Umar r.a., setiap hendak pergi tidur bertafakur, mengingat ingat aktivitas yang dilakukan beliau hari tadi. Kala beliau ingat satu kesalahan telah beliau lakukan, beliau pukul – pukul dirinya sebagai penebuas dosa atas perbuatannya. Beliau amat takut  jika mendapat azab ALLAH kelak di akhirat yang lebih pedih dan menyakitkan. Terlebih, kelak tidak akan ada orang yang dapat menolong.

————-

Sudahkah hari ini kita lakukan?? Berat, memang. Hanya orang – orang dalam tingkat keimanan yang paripurna seperti sayyidina Umar r.a. ini yang mampu berlaku demikian. ALLAH akan bukakan pintu hidayah bagi umat-Nya yang senantiasa berusaha untuk mendekat dan merapat kepada-Nya. Tak apa – apa jika langkah kita beringsut, toh kita sebagai manusia yang tak pernah lepas dari khilaf dan dosa, kita bisa tetap berbesar hati.

Ingatkan selalu diri kita dan anak – anak kita agar senantiasa mengurangi dosa dan khilaf. Amat menakjubkan jika kita mampu berlomba – lomba dengan anak  – anak kita dalam melakukan kebaikan. Atau, jangan cemburu bila ternyata anak – anak kita berakhlak lebih baik daripada kita. Justru kita patut bersyukur, anak kita berada dijalur yang seharusnya, dan tentu akan sangat diperhatikan ALLAH.

Istigfar. Kata ini taka sing ditelinga kita. Namun, apakah kita sering mengucapkannya? Sehabis sholat wajib, minimal lima kali dalam sehari kita ucapkan kata ini, dan kita praktikkan dalam tindakan nyata. Yaitu, dalam kehidupan dan keseharian kita.

Kalau istighfar yang kita ucapkan ini tidak kita praktikkan dalam tindakan nyata. Maka, bertobatlah. Tobat itulah yang dimaksudkan dengan istighfar lebih jauh. Bertekad untuk tidak kembali kepada perbuatan dosa, adalah tujuan tobat setelah selesai istighfar kita ucapkan.

Bersama anggota keluarga yang kita sayangi, kita senantiasa beristighfar dari berjuta dosa yang terperi kita lakukan, baik yang tidak disengaja apalagi yang disengaja. Dengan diimami ayah, diikuti oleh ibu, dan anak – anak, bacaan kalimat tayibah ini secara dawam kita lakukan. Bila sudah tertanam dalam hati dan terbiasakan dalam tindakan nyata, tak akan sulit melemahkan hati kita senantiasa agar ingat akan dosa – dosa. Dan yang terpenting, tidak kembali pada dosa itu lagi.

Cermatilah tubuh kita yang sempurna ini! Jari – jari kita dengan bebasnya melakukan gerakan sekehendak hati. Kaki kita kuat untuk berjalan kemanapun yang kita inginkan. Mata yang tajam ini, tak pernah lepas menatap keindahan dunia fana ini. Hidung kita tak terkekang untuk mencium aroma yang mengundang selera. Perut kita, tetap mampu menampung makanan yang enak dan lezat. Namun, tetap sehat dan tak menggunung karena saluran pembuangan tersedia dengan rapi. Dan bayangkanlah, jika salah anggota badab kita, tak berfungsi sebagaimana mestinya, atau tak pernah tersedia sebagai mana mestinya, apa yang akan kita rasakan? Sungguh patut bila kita memuji ALLAH karena kuasaNya yang telah member sejumlah kenikmatan kepada kita.

Kemudian lafalkanlah asma al-husna secara berulang – ulang. Heningkanlah maknanya. Renungkanlah pesan muatannya. Resapkanlah dalam diri kita hingga terdenyut hendak menyandang sifat – sifat istimewanya. Orang tua akan sangat gagah berwibawa lagi bijak bila muatan asma al-husna telah menjadi perhiasan dirinya. Tak mengherankan bila ALLAH menyarankan agar asma al-husna digunakan sebagai panggilan untukNya saat bermunajat dan berdoa

Last but not least, bacaan Al-Quran menjadi kekuatan tersendiri bagi para orang tua dalam mengemban perannya. Dengan bacaan Al-Quran sebagai media munajat, keluarga akan tersa indah dan sejuk seperti halnya Al-Quran yang menyejukkan dan menyenangkan.

” LTFP “

Sebagian Hati yang Berharap..


* postingan ini sekedar penggalan ingatan akan do’a dari acara ceramah agama.. udah lama banget c  cuma masih tersimpan dimemori ingatan.. sebagian kata2nya juga udah banyak tambahan.. semoga berkenan dan bermanfaat amiin.. 🙂

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini berharap
Dengan berjuta tanda yang Engkau tebarkan dipelataran bumi ini
Semoga suatu saat ada orang yang menjadi rendah hati
Setelah ia merasa bahwa dialah orang yang paling tinggi

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini kembali berharap
Semoga suatu saat kan banyak fakir miskin yang tersantuni
Setelah para pemilik pundi2 harta tergugah hatinya
Sehingga berubah menjadi dermawan dengan segala ikhlas yang tercipta

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini lagi2 berharap
Semoga suatu saat kan banyak anak2 yatim
terlantar yang akan kembali mendapatkan belai kasih sayang
Setelah lama mereka tersisihkan oleh kekejaman zaman yang menghadang

ALLAH Ya Robb
Sebagian hati dibulan ini kembali berharap
Semoga suatu saat kan banyak hati yang kian jadi sejuk dan tawadhu’
Setelah ia merasakan betapa nikmatnya sujud dan ruku’

Ya Lathif, Ya Kabir, Ya Samii, Ya Bashir
Semoga banyak diantara hamba2 Mu kini menjadi semakin sadar bahwa dunia ini hanya sementara, sekedar perjalanan hidup, tipu daya dan ujian dari Nya..

Karena Ya Hayyu..
Berilah hamba kemampuan untuk dapat melewati dunia ini dengan selamat dibawah payung ridho Mu

“…………………………..”

Kita Cintai Kau Indonesia..


Hanya rangkai kata akan rasa, dari insan kecil yang sok menahu tentang Indonesia 🙂

Kata di kedalaman hati Nusantara

Merdeka..!!!
Singkat nan penuh semangat jiwa
Kata yang slalu ingin kuucap bersama mereka
Dihari awal pejuang pahlawan bangsa tancapkan nama Nusantara
membentang diluas cakrawala
Segala bangga karena rakyatku tidak lagi terjajah
Tlah 65th berlalu sudah
Tlah banyak perubahan kurasa
Bersama kemajuan2 yang kini ada
Banyak gelak tawa dikala kusuka
Banyak air mata dikala ku dirundung duka
Indonesia…
Nama indah yang kusandang di Mayapada Khatulistiwa
Langit cerah kini kelam merana

Izinkanku sejenak istirah memejam mata
Memangkas satu persatu kisah buruk yang tercipta
Yah.. kini sedih kian melanda
Berita miris terdengar dari Serambi Mekkah hingga Ujung Papua
Sang Penggila2 kebesaran tahta berkuasa
Sang Peraup serakah harta dunia merajalela
hingga rakyatku pun bisa ia jadikan tumbalnya
Kaki tanganku terikat terseok disudut dunia
Sayap hukumku pun dibuatnya patah
keadilan tak dapat lagi berkata – kata
Dipojok sana…
kudengar Janda Pahlawan berjuang mendapatkan haknya
tuk hanya sekedar tinggal melewati masa tua
Diseberang sana…
banyak kudapati bocah meringkuk ditrotoar pinggir jalan
dimalam berembun yang dapat buatnya meriang kedinginan
Pendidikan seakan jadi hal langka yang terciptakan
Kalian… boleh buatku sengsara
Tapi jangan buat rakyatku binasa
Aku terisak untuk mereka…
Adakah doa akan merubah keadaan ini semua

Kata di kedalaman hati Kita

Indonesia…
Kau pertiwi yang indah
Alammu nan elok jelita penuh romansa mempesona
Budayamu keragaman yang buatku bangga
Bhineka Tunggal Ika
Buat kita percaya dapat lalui bersama
Merah Putihmu bukan sekedar kain lusuh yang teronggok tak berdaya
Ia masih berkibar perkasa diangkasa sana
Terasakan menyesakkan dada
Mendengar kabar miris yang sudah2
Jangan lagi kau berduka dan buat kita lemah
Ini hanya ujian dari Nya
Jadikan ini semangat tuk merubah semua
Membuat kita dewasa
Membuat kita siap tuk menjemput masa depan nyata
Indonesia…
Merah Putihmu berkibar megah diangkasa dunia
Indonesia…
Nama Indahmu membahana ditelinga dunia
Ini bukan mimpi belaka
Namun rasa dari percaya…
Bahwa perlahan kita bisa
Kita bangga kau Indonesia
Kita rindui kau Indonesia
Kita cintai kau Indonesia

17 di Agustusmu sebentar kan tiba
Semoga tak hanya jadi perayaan tanpa makna
namun perubahan yang nyata
Seluruh semangat dan doa kita untukmu..
INDONESIA TERCINTA….

Akhirnya selesai juga.. rangkai kata terpanjang yang pernah q bikin.. hehehe 🙂

tulisan ini diikut sertakan dalam acara GELAR PUISI AKU CINTA INDONESIA di BlogCamp

Award Awal sang Asupan Semangat


Pagi yang indah disuasana yang masih tersakan basah, keramahan alam yang nyata merendah, membawa rasa keluar dari dekapan resah, yang terhadirkan dari penat2 pikir yang membuncah, seperti yang sudah2.. tumpah ruah dipelataran kata2 (hadeeeeh hadeeehhh mulai deh lebay dengan kata yang cukup buat orang bingung hahay) *sebuah penggalan tertunda, tiba2 blank tak dapat pengakhir kata.. hehehe*

pagi… pagi… pagi…  ( ipin berkata 😀 )

hmmmm… 2 hari libur ga posting, memfokuskan silaturrahmi sana sini dlu membalas kunjungan sahabat2 ngeblog.. tp masih belum juga tuntas nih program kunjungannya heehhh.. *geleng-geleng kepala heran* 🙂

memutuskan posting dulu lah hari ini, tpi mo posting apa yah??lah kok malah bingung?? *hehehe basa basi keluar*. Sebenernya ada 2 yang pengen di-post-kan bagi2 cerita hari ini.. ada yang lagi sumringah da juga rada melow.. tp berbagi sumringah aja dlu lah.. berhubung yang melow bahannya juga belum lengkap hehhe 🙂

lalu.. ada apa dengan sumringah??? hahay untuk pertama kalinya nie.. disepanjang perjalanan 1 bulan 5 harinya kanvasmaya dapet award dari sahabat.. uhuy.. award dari blognya mbak nandini – Nandini’s Aire Memoire – yup yup dalam rangka evaluasi setelah kehadirannya 1 bulan dihati para2 sahabat.. untuk memberikan opini tentang nandini dan blognya dan disediakan award sebagai penghargaan atas persahabatan yang terjalin :)… gak nyangka banget c sebenernya KaMay dapet dan emang bener2 gak ada niatan untuk ngikut… hanya ja pas baca post dia – awardversary.. – kepikiran aja mo buat rangkai kata 1 tanda persahabatan dengan judul – N.A.N.D.I.N.I – …. eh lah kok Alahamdulillah malah dapet rupanya dan inilah dia Nandini’s Award #1 en sedikit kutipan tentang award ini klo lengkapnya disini..

12. Last but not Least, So Sweet Blogger.. special award untuk dua sahabat saya KanvasMaya dan si Bhi. KaMay, blogger seangkatan yang maniss banget.. saking manissnya sampe dengan tulus ikhlas membuatkan puisi untuk saya… Subhanallah… makasiiih banyak ya KaMay.. ;) :D Dan si Bhi, walaupun jarang posting, Bhi rela mampir ke blog ini untuk berkomentar.. makaasiih ya dear.. *kiss kiss* :D

Alhadulillah en matur suwun sanget ma Mbak Nandininya.. dah ngasih penghormatan ini ma KaMay.. semoga award ini bisa jadi jalan ukhuwah tuk trus terjalin silaturrahmi antara semua en menjadi asupan semangat buat KaMay sendiri tuk terus, terus en terus menulis..

Makasih yang segede – gedenya lah pokoknya.. kayak pohon wringin didesaku.. gede, mengakar kuat dan tak tergantikan hehhehe *kok malah ngelantur*

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙂

Aku Ingin Kau Menjemputku Ya Rasulullah… (berlebihankah…??)


Assalamualaikum semua… sehari libur gak postingan rasanya gatel hahay.. betul2 keranjingan ngeblog nie sekarang… padahal dulu saat masih diblog lama gak sampai seperti ini nih… hehehe

Postingan kali ini tentang kisah aja ya.. Insyaallah dan semoga suka…

Kisah ini datang dari disebuah kota kecil di Madura, tentang seorang nenek tua penjual bunga cempaka untuk nafkah sekedar penyambung hidupnya. Ia biasa menjual bunganya dipasar, berjalan kaki langkah demi langkah dengan harapan ia dapat menjual habis seluruh bunganya dan dapat melakukan kegiatan rutinnya dan ini tujuan utamanya. Setelah berjalan kaki cukup jauh, ia sampai juga pada tujuan dan alhamdulillah bunganya pun habis terjual, segala syukur ia panjatkan. Seusai jualan ia pergi ke Masjid Agung dikota itu. Ia berwudhu, masuk Masjid dan melakukan Sholat Dhuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, Ia keluar masjid dan membungkuk – bungkuk di halaman masjid. Yah Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran dihalaman masjid selembar demi selembar dikaisnya, dengan seluruh rasa ikhlas yang ada, tidak satu lembarpun terlewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara seperti itu. Padahal matahari di Madura disiang hari sungguh sangat menyengat, keringatnya pun membasahi seluruh tubuhnya. Tak sedikit pengunjung yang jadi iba padanya.

Pada suatu hari Takmir Masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan yang berceceran dihalaman Masjid itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, seperti biasa Ia datang dengan ekspresi harapan yang sama dan seusai sholat ketika hendak melakukan kegiatan rutinnya, Ia sangat terkejut karena tidak ada daun satu pun yang terserak disitu. Ia kembali lagi ke masjid dan mempertanyakan pada semua, kenapa daun – daun dihalaman itu sudah disapukan sebelum kedatangannya? orang – orang itu menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. dan sang nenek menjawab dengan nada memohon “Jika kalian kasihan kepadaku, tolong dengan sangat berikanlah padaku untuk dapat membersihkannya..”

Singkat cerita, Sang Nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan seperti biasa hingga bersih. Suatu ketika Seorang Kiai yang terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan tua itu, “Mengapa ia begitu bersemangat sekali membersihkan dedaunan yang terserak dihalaman itu?”

“Saya ini perempuan bodoh Pak Kiai” tuturnya..

“Saya tau amal2 saya yang kecil itu mungkin juga tidak dengan benar saya jalankan. Saya tidak akan selamat pada akhirat nanti tanpa syafaat kanjeng Nabi Muhammag SAW. Jadi, setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya udah sampai pada saat menghadapnya, saya ingin kanjeng Nabi Muhammad menjemput saya. Dan biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya..”

Subhanallah.. Adakah qt berpikir seperti nenek itu?? Adakah qt betul2 rindu akan rasul?? Biarlah hati qt yang menjawab…

Kami sayang padamu ya rasulullah

Kami rindu padamu ya rasulullah

Kami… dengan mimpi..


Postingan ini kali ini terinspirasi dari blog seseorang ( AHAO’s blog ~ http://mochammad4s.wordpress.com/ ), dan juga beliau yang memintanya, makasih bang mochammad atas inspirasinya hingga tulisan ini bisa diterbitkan… hehe, semoga bisa diterima inilah ” Kami.. dengan Mimpi.. “
————————————————————————————

Cahaya Gelap pudar hari berganti
Mentaripun tunjukkah indah dicakrawala kami
Saatnya sambut datangnya warna pagi
Dengan segala keceriaan kami saat ini..
Hmm.. dari kami insane kecil desa ini
Desa balik bukit yang masih asri
Selamat datang pagi..
Tlah hilang sabar.. q tunggu hadirmu sejak malam tadi
Galau kami pun dalam mimpi..
Saatnya kami jejakkan hari..
Mencari hal penting dunia ini..
Untuk kami dan masa depan kami nanti..
Yah.. ilmu yang berarti..
itu yang harus kami dapati..
Seperti biasa..
Sekolah menunggu kami
berjalan kami, berlari kami
beralas sandal butut pelapis kaki
titi lorong sempit ini..
terkadang kami pun bernyanyi sekedar tuk menghibur diri
agar kami tak bosan jalani hidup ini
Tak sedikit yang melihat kami dengan sandal butut ini..
Tapi jangan pandang miris kami..
Mungkin kami jauh dari kata berada..
Jauh dari kata sejahtera..
Tapi kami tlah miliki satu yang berarti dalam hidup ini
“ SEMANGAT TIADA HENTI “
Semangat kami takkan kalah dengan mereka yg dkota
Semangat kami tuk jalani hidup ini..
Dan semangat kami yakin kan dapat gapai semua mimpi..
Inilah kami..
Inilah keceriaan kami..
Inilah semangat kami..
Masa depan indah tunggulah kami
Kami kan datang menjemputmu dengan PASTI