Rendezvous


Kenangan terindah dlm hidupQ
Tempat pendewasaan diriQ
Kawan terhebat yang Q punya

Lepas hari ini,
Tiada hari lagi yg akan Q lewatkn bersama kalian
Dlm rayuan canda,
Dlm deraan duka,

Tpi Q yakin,…..

Entah kapan,
Suatu saat nanti,
Saat sang waktu bersahabat,
Dan mengijinkan qt bertemu lgi….

Akan ada canda itu lgi,
Senyum dan tawa itu lgi,
Senda gurau itu lgi,
Yang pasti akan q nantikan seumur hidupQ,…..

Terima kasih atas semuanya,

Tak usah ucapkan Selamat Tinggal
Krn kalian akan ada di hatiQ selamanya……

 

” DIANA “

YOUR EYES


Ambigu…
Mungkin itulah yang ku rasakan
saat melihat sinar itu

Ada kolam kedamaian
yang kutemukan di tengah rancah
dunia yang makin membuncah

Ada hangat matahari yang terasa mendekapku
Ditengah dingin hati yang membeku
Ada keindahan nirwana
Yang membuatku terpukau tanpa kedip

Tapi..
Sinar itu juga bagai hutan
belantara tanpa ujung…
Bagai laut tanpa tepi…
Mengurung dan menenggelamkanku di dalamnya

Kini…
Sinar itu menjadi rumahku
Tujuan akhir dalam perjalanan hidupku

 

~ Diana Yanti ~

***

Kehadiran setelah lama vakum langsung berpuisi yang ditampilin hmm… *Plaaakk.. minta maaf kek.. hehehe, vakum kemaren bener2 membekap waktuku hingga gak sempet buat posting 🙂

semoga setelah ini bisa terus posting..

puisi diatas dibuat oleh seseorang kini bener – bener berarti buat hidup…

 

salam

Kamay 🙂

Sesal..


Bergetarku dalam diam

Dalam sesal yang kian mencekam

Dalam kecewanya yang kian menghujam

Dalam rasa tak percaya yang kian menghantam

Nyata menyungkurkanku pada lembah tak bertuan

Semua karena kesalahan

Yang tak seharusnya kulakukan

 

Tersarukku kini dalam luka

Terperih akan tiap tetes matanya

Membenci diri tiada terkata

Semua menyisakan tanya

Mengapa??

Tanpa ada jawab walau sepatah

Semua menyisakan tanda

Inikah saya??

Seonggok sukma kecil hina

 

Hanya seuntai harapan yang kini ada

Bergelanyut pada wajah berparas duka

Berharap semua kan segera sirna

Kembali hanya pada satu kata

“Bersama”

 

Menggapai cinta-Nya tanpa ada lagi kesalahan…

 

*****

Permohonan maafq pada seseorang yang kini berarti dalam hidup..

 

IBU


Pundak itu…
Tunduk merunduk kian bungkuk
Menanggung beban seakan tertekuk
Bongkah semangat pun terbentuk
Tuk terus hadapi hidup
Demi putra putribyang slalu ia dekap peluk

Kaki itu..
Tatih tertatih kian letih
Melangkah perlahan dengan pasti
Tiada lelah tiada letih
Tanpa alas pelaspis kaki
Semua demi putra putri terkasih

Wajah itu…
Tertatap layu kian sayu
Renta wajah kian menyapu
Tiada ragu
bergelut dunia yang tiada lagi lugu
Semua..
kembali tuk putra putri yang ia inginkan maju

Pundak itu
Kaki itu
Wajah itu
Engkaulah ibu..
Dipelataran dunia rapuh
Tak ragu segala doaku terhatur untukmu
Sujudku ditelapakmu
Akan kasih yang curahnya tak terbendung untukku

Ibu..

*****
tulisan diatas teruntuk semua ibu… akan semua kasih yang tiada terukur 🙂

*****
hmm… apa kabar sobat, lama blogku ini terlantar… waktuku bener2 gak dapat berkompromi membelenggu tanpa menyisakan celah *walah bahasamu…
maaf karena baru muncul kembali 🙂

salam ku

Kamay

HKN-46 : Keluarga Sehat Investasi Bangsa


Salam Sehat Buat Sahabat Semua

 

Walahhh salamnya… *ada apa ini… ada apa ini…

Hehehe kali ini tentang peringatan hari dulu.. Maaf sebelumnya, sebenernya post ini pengen diterbitin paling lambat tanggal 19 minggu kemaren namun baru bisa post sekarang malam hari pula hehehe, karena masih ngumpulin beberapa foto yang belum siap, maklum foto – fotonya hasil sumbangan hehehe…

 

****

Tanggal 18 Desember 2010 lusa kemaren, Keluarga besasr Dinas Kesehatan Situbondo beserta UPTD Puskesmas se-Kabupaten Situbondo memperingati  Hari Kesehatan Nasional tepatnya pada tahun ini masa peringatan yang ke 46 (Peringatan rutin Hari Kesehatan Nasional sebenarnya jatuh tanggal 12 November). Acaranya cukup meriah, lucu dan insyaallah mempromosi  dengan acara jalan santai dan pawai mini promosi kesehatannya.

 

Perkenalan :

 

“KELUARGA SEHAT INVESTASI BANGSA”

 

Tema yang diusung diperingatan kali ini, berdasarkan ide keluarga sebagai investasi awal yang sangat penting. Keluarga merupakan elemen organisasi terkecil dalam membentuk bangsa. Dalam keluarga, interaksi komunikasi dari ayah, Ibu dan Anak menjadi pendidikan pertama yang penting, oleh karena itu keluarga menjadi investasi bangsa bagi pembangunan yang Sumber Daya Manusia yang produktif secara social dan ekonomis.

Arti logo diatas :

 

Keluarga Sehat digambarkan dengan orang tua dan kedua anaknya (laki2 dan perempuan) merentangkan tangan ke atas, lambing semangat dan kesehatan. Kurva melengkung ke atas adalah gambaran dri tanah/Negara/bangsa yang dipijak oleh keluarga.

 

Kedua Anak yang mengangkat tangan keatas dengan membawa bendera Indonesia  menggambarkan bahwa keluarga dan anak2 merupakan investasi bangsa yang harus dijaga dan dipelihara kesehatannya.

 

Warna merah melambangkan tumpah darah Indonesia, warna hijau lambing kesehatan, kesuburan dan kemakmuran bangsa.

 

Ehem.. udah mulai bosan dengan perkenalannya?? Hehehe mari mari mari ikut merayakan, kemeriahannya, kehangatan, keakraban, kekocakan, kelucuan dan ke-narsis-an.. semua ada disini..

acara dimulai pukul 05.30 WIB dimulai dengan Upacara Pembukaan

” Bapak Bupati Situbondo memberikan Sambutan “

” Lapoor.. Upacara HKN – 46 Siap.. “

” Istirahat ditempaaattt.. Graak 🙂 “

” Pelepasan Balon HKN oleh Bpk. Bupati dan Bpk. KaDinKes “

****

Saatnya Pawai…

” Nyamuk Raksasa hinggap di mobil.. hehe “

” udah seperti demo bukan?? yahhh demo kesehatan tapinya.. Mari Hidup Sehat 🙂 “

*****

Saatnya Kekocakan Lomba

” Marii… Jogeed Bersama.. “

” Bpk. Kepala Dinas Kesehatan memberikan selamat pada pemenang “

” Yang lagi asyik manggung “

*****

saatnya kenarsisan bergaya, ekspresi, sorak sorai, kehangatan, keakraban semua tersedia disini

” Jempol dari KaDinKes dr. Budiawan beserta istri “

” ekspresi kegembiraan “

” kehangatan keluarga, ayah dan anak.. modal awal investasi bangsa “

” Asyik nya 🙂 “

” disini kehangatan dan kenarsisan tercipta.. upssss… siapa itu yang ikutan nongol sebelah kiri hehehehe “

” Sorak sorai dari anak – anak ini menambah semangat.. terus tersenyum, belajar.. kelak lanjutkan jejak kami dibidang kesehatan (hehe lagi – lagi promosi)… kalian semua investasi bangsa merah putih ini “

” eit.. eit.. ini lagi ngapain.. narsis ato lagi kebingungan hehe “

” dooooor… ampun pak!! hehe “

” don’t try this at home.. hehehe “

” sebelah kiri ibu sekretaris kita… ibu awas terbang.. eheehe “

” Sang Juara… ahh benerann??? ato hanya minjem dulu ya??? wkwkwkwkk “

 

*end*

harap bersabar jika loadnya lama karena gambarnya buanyak banget hehehe

Foto : Terima kasih pada mazz aank doank, ubai dan miedy

salam sehat 🙂

KaMay

Aku


Aku
Dibalik tanyamu, coba hadir selalu
Namun tak terbaca disetiap waktu
Nyaris tak tersentuh
Aku
Insan kecil penyukamu
Dalam ragu mendekap tubuh
Susah tuk ku ungkap terburu
Semua rasa seakan beku
Kelu lidah membisu
Aku
Tanpa tepian jenuh
Dalam jauh menatap selalu
Ulas senyum tanpa aling palsu
Tersungging elok di parasmu
Aku
Dalam bayang menunggu
Semua kan terjentik sang bayu
Beku takkan lagi beku
Jauh takkan lagi jauh
Terjernih tanpa ragu
Tuk pula kau pandang tanpa semu

Aku
Kan selalu ada untukmu
Ada tuk hatimu
Disudut kota pertama penuh rindu
Q harap kan dapat raih hatimu

 

****

Ahhh.. akhirnya bisa posting juga ditengah waktu padat ini.. bingung ama kerjaan yang gak habis2 hehehe.. mo berucap maaf karena blakangan jarang posting dan BW…

salam..

KaMay..

Kita…


Kita…

Dalam kata terangkai indah

Beratas nama cinta

Beratas nama setia

 

Kita…

Bukan pangeran dan putri raja

di negeri seribu cerita para pecinta

 

Kita…

Bukan romeo dan juliet yang sempurna

dalam drama dalam opera

 

Kita…

Hanya dua insan dilanda rasa

Berbalut iklas dan percaya

Mengaitkannya dipucuk menara bertatal cinta

Meniti impian yang terserak

dan menjadikannya nyata

satu tak terpecah

Mencoba…

Menggores kisah dalam sudut kecil dunia…

Cermin Diri


Cermin.. hmm.. apa yang langsung terpikirkan oleh sahabat semua tentang cermin?? cukup ajaib juga gak sih benda pemantul satu ini?? lalu… siapa yang menemukannya tuk pertama kali?? *Plaaaaaak…. (dilempar sandal), walaah… kok ya malah ngebahas sampai ke penemunya segala* hehehe 🙂

Yah… benda satu ini gak asing dalam kehidupan kita (dikenal ramai sebagai sejenis benda yang dapat memantulkan cahaya atau bayang) dan mungkin sudah terpajang menghias salah satu sudut kamar kita, dimana didepannya kita dapat membenah diri dari kekusutan hingga benar – benar telihat rapi dan pantas, bahkan dari hasil bertanya kesana kemari, kekanan kekiri gak pake atas bawah *Ploooook…. (dilempar sepatu kali ini hehe)* ama temen cewek dikantor, mereka bisa betah berlama – lama didepan cermin, membenah ini dan membenah itu.. berhias ini dan berhias itu.. Bener gak sih??? hehehe *piss piss*

Namun dipost ini, gak ingin ngebahas panjang lebar tentang cermin tempat kita berkaca dan membenah diri, namun cermin yang sebenar – benarnya cermin (menurut saya)…

…. Cermin Diri ….

Mungkin kerap dari kita saat didepan cermin hanya sebatas sekedar membenah diri dari apa yang dapat kita lihat tanpa sebuah detail.. dan sambil bergumam.. ” hari dimulai lagi.. Semangat !!!”. Pernah kah kita didepan cermin benar – benar menatap dalam bagaimana wajah, mata dan semua tentang diri kita???

Berawal dari membaca sebuah buku, untuk judulnya saya lupa karena udah lama banget, namun inget betul tulisan ini oleh Abdullah Gymnastiar, saat awal membaca tulisan ini pada bait pertama, sontak diri ini tertohok.. hati rasanya benar – benar tertusuk, bukan belati namun ribuan jarum panas yang tertancap perlahan. rasa seketika beda, tak ada satu pun kata diujung lidah, petak kamar seketika berasa berubah tebing tinggi menjulang menyisakan ruang seraga tempatku meringkuk terdiam. Astaghfirullah.. selamatkan aku.. terbata terlontar!!! dan kembali terdiam…

Sampai sekarang pun penggal – penggal kata itu masih mengisi sudut kepalaku.. dan ini penggalan – penggalan kata yang ku ingat..

 

****

Saat kudatangi sebuah cermin

Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sering kulihat

Namun aneh, sesungguhnya aku tak mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya?

Apakah wajah ini yang kelak bercahaya dan bersinar indah di surga sana?

Ataukah wahah ini yang kan hangus legam dilembah neraka terdalamnya?

Tatkala kutatap mata, nanar aku bertanya?

Mata inikah yang kan menatap penuh kerinduan…

Menatap Allah, menatap Rasulullah dan kekasih2 Allah kelak?

Ataukah mata ini yang kan terbeliak, teburai menatap siksanya?

Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kan mendesah penuh kerinduan mengucap Laa Ilaaha Ilallah ?

Ataukah mulut ini yang kan menganga dengan jeritan pilu yang kan mencopot sendi – sendi setiap pendengar?

Wahai mulut, apa gerangan yang tlah kau ucapkan selama ini?

Berapa banyak hati remuk dengan pisau katamu?

Betapa langka Engkau syahdu memohon Allah mengampunimu?

Tatkala kutatap tubuh

Apakah tubuh ini yang kan bersinar, bersuka cita di surga?

Ataukah tubuh ini yang kan tercabik hancur di lembah neraka terdalamnya?

Betapa beda apa yang tampak dicermin dan apa yang tersembunyi

Betapa yang kulihat selama ini hanya topeng

Sedang aku.. hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus

Selamatkan aku ya Robb..

****

itu kata – kata yang ku ingat dari tulisan itu… sungguh buat diri ini bercermin.. selamatkan diri ini Ya Robb..

terdiam kembali menyapa.. tak ada yang dapat kukata.

Semoga kita slalu dalam lindungannya..

 

Kini apa yang terpikirkan sahabat saat didepan cermin ???

 

Sb. Gambar : Mbah Google

tuk “SAHABAT” (part 2)


Pagi bersenandung

Bersahut merdu dalam dekap embun..

Walaaaahhh… stop… kok malah keluarannya jadi puisi hehehe..

Selamat pagi semua… 🙂 hari yang beda, suasana yang beda dan postingan kali ini pun beda. Libur sejenak tuk menulis puisi – puisi, pengen banget bagi – bagi dikesempatan kali ini. Berawal dari postingan sahabat Prima dimana dia berbagi award untuk pertama kalinya sebuah award cantik tuk seorang yang cantik asli “mbak iyha” dengan goresan tangan dia sendiri membuat jemari – jemari ku ini pun gatal pengan megang pensil dan menggoreskannya. Mungkin konsep post ku kali ini gak beda dengan Prima, berbagi award dan mencoba tuk menggores sesuatu *hehehe aku nyontek idenya ya Prim*. Alhasil setelah lama vakum dalam dunia menggores *walah bahasamu.. sok gmana gitu.. hehehe*, berbekal pensil kecil 2B (sebenernya pengen nyoba pake cat, karena berhubung cat nya gak ada jadi yah berbekal pensil 2B ajjah hehe) kemaren mencoba menggores sosok yang gak asing dan Alhamdulillah udah dapet lampu hijau juga, beliau “Om Nanang Hernanto” xixixixixi…  teruntuk om makasih dah di ijinin make fotonya dan maaf banget klo gak mirip yak.. dan buat fans – fans Om NH juga mohon maaf klo yang aku gores kurang mirip hehehe..

 

Ini foto asli beliau yang kuambil dari FB, selalu mantab dengan pose sedakep hehehe…

Dan ini hasil goresan mentah nya…

Yang ini setelah edit, award persahabatan dari KaMay tuk beliau…

semoga om NH berkenan nerimanya 🙂

Dan namanya bagi – bagi jadi gak hanya sekedar itu ajja berbagiku kali ini, alhamdulillah kemaren juga dah coba bikin sebuah award persahabatan, kamay peruntukkan buat sahabat semua.. dan ini penampakannya..

tuk semua sahabat bisa langsung diambil award ini, namun karena pengen seperti yang telah – telah *ngetrend nya gitu* pake estafet aku hadirkan list sahabat – sahabat berikut untuk berkenan menerimanya dan meneruskannya ke teman lain hehehe *walah walah kaku banget sepertinya bahasaku* hehehe..

teruntuk :

1. Bunda

2. Erwin Aziz

3. Advertiyha

4. Prima

5. Arundati

6. Denuz

7. Blue

8. Usagi

9. Inge

10. Kang Ian

dan untuk sahabat yang belum aku cantumin namanya bukan tanda gak berarti, kalian semua berarti bagi KaMay.. awardnya bisa langsung diambil ajja.. hehehe trima kasih buat semua sahabat..

hatur salamku dan doa ku untuk kalian..

*udah jangan panjang – panjang* hehehe

salam

KanvasMaya

Bisikan Itu


Tulisan kali ini kiriman seorang sahabat Prima WKH yang khusus ia tulis teruntuk sosok tua yang ia bangga dan rindukan, menceritakan tentang mbah putri dan saat – saat terkahirnya..
****
Tangan itu tua dan sibuk di peraduannya
Mengepul, tanda pagi telah tiba
Langkah pelan menuju ke peraduan lainnya
Ikhlas dalam dharma dan percaya
Seribu dua ribu itu bermandi rasa syukur
Seribu dua ribu itu penghibur lara hati
Menyejukkan terik matahari sepi
Melembutkan angin debu beradu
Setahun yang lalu kekasihnya tak kembali
Ia lupa rasanya menjadi sepi
Setahun yang lalu pemuda itu kembali
Memeluknya erat, tanpa kata-kata
Aku masih kuat sepertimu
Aku tiada keluh dalam hari-hari
Ia tidak berubah
Keriput itu masih sama
Mata itu masih sama
Yang satu sudah kelam tak bernyawa
Berbisik ditelingaku pilu
bahwa Ia melihatku bangga
Aku berbisik jangan katakan itu
katakan aku akan kembali
Gunung dan lembah luas di antara kita
Siang yang tidak pernah aku lupa
Aku bisikkan padamu
Janganlah melihat kepadanya
Tangan-tangan cahaya yang lembut dan harum
Aku disini , mendengar air matamu
Di sisi telingamu yang masih berdetak
Aku masih kuat sepertimu
dan aku mengerti
***
Teruntuk Supiani, wanita yang memberikan nama kepadaku.
ditulis oleh Prima WKH
****
buat Prima, kuucapkan banyak terima kasih karena dah jadi penulis tamu di blogku.. sungguh tulisanmu mengingatkanku pada beliau..
Menoreh satu dua kata q coba
Sambut goresanmu mengawali rasa
Izinkanku tuk dapat leburkannya
****
Malam ramah tak terjamah
Heningpun seakan beraroma
Bersahut salam dingin menyapa
Berdenyut nadi ke ujung gemigil kata
Hantarkanku mengingat semua
Penggal – penggal cerita
dipilar kisah akannya
Sosok tua ramah dengan senyum iklasnya
Sosok tua yang selalu buatmu bangga
Sosok tua yang buatmu kuat jalani masa
Sosok tua yang tak terlupa
Bagimu
Bagi kita
Bagi semua

 

Tak banyak jumpaku dengannya
Namun cukup buatku berucap bangga
menyebutnya “mbah” dikala jumpa

salamku untuknya
do’aku haturkan padanya
disana…
disisi Sang Pemilik Cinta

***
Teruntuk Prima dan Mbah Putri 🙂
Kamay
****
"Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman
     kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa
     atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan
     hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu
     yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia
     Mahamulia lagi Maha Pengampun"
(QS Al-Mulk [67]:1-2)
"Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu daripada dunia"
(QS Al-Dhuha [93]: 4)